Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. KAI Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk Rp34,8 Miliar

KAI Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk Rp34,8 Miliar

kai-bayar-bunga-obligasi-dan-sukuk-rp34,8-miliar
KAI Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk Rp34,8 Miliar
service

KABARBURSA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan telah membayarkan bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5 sebesar Rp34.812.786.250 atau sekitar Rp34,8 miliar.

Pembayaran tersebut merujuk pada Surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor: KSEI-2327/JKU/0226 tertanggal 3 Februari 2026 perihal Permintaan Dana Bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5.

Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, menyampaikan bahwa perseroan telah menunaikan kewajiban pembayaran sesuai jadwal.

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan pembayaran Bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5 sebesar Rp34.812.786.250 pada tanggal 13 Februari 2026,” ujar Wisnu dalam surat pemberitahuan dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Pembayaran ini menjadi bagian dari skema pendanaan jangka menengah perusahaan untuk mendukung pengembangan dan modernisasi layanan transportasi berbasis rel. Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk sebelumnya digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Sebagai informasi, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah kepada investor dengan imbal hasil berupa bunga dalam periode tertentu. Investor yang membeli obligasi akan menerima pembayaran bunga secara berkala hingga jatuh tempo.

Sementara itu, sukuk adalah instrumen investasi berbasis prinsip syariah. Berbeda dengan obligasi konvensional yang memberikan bunga, sukuk menggunakan akad sesuai ketentuan syariah. Dalam kasus ini digunakan akad ijarah, yaitu skema sewa atas suatu aset yang menjadi dasar penerbitan instrumen tersebut.

Dalam mekanisme sukuk ijarah, investor memperoleh imbalan berupa ujrah atau fee sewa dari aset yang menjadi underlying, bukan bunga. Dengan demikian, instrumen ini memberikan kepastian arus kas sekaligus tetap sesuai dengan prinsip keuangan syariah.

Ketepatan pembayaran bunga dan imbal hasil ini mencerminkan kondisi likuiditas perusahaan yang terjaga serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. 

Sebagai BUMN yang bergerak di sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperluas jaringan layanan angkutan penumpang dan barang di berbagai wilayah Indonesia. 

Strategi pembiayaan melalui obligasi dan sukuk menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan stabilitas keuangan jangka panjang.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.