Makkah, NU Online
Umat Islam yang melaksanakan ibadah haji bukan sekadar tamu pelancong biasa bagi penduduk Makkah, melainkan tamu-tamu Baitulllah. Tamu Baitullah berarti tamu-tamu Allah yang mesti dilayani sebaik-baiknya.
Hal demikan diungkapkan Penanggung Jawab Jalal Mutamaiz Hotel, Amir Syarif di Sektor 3, wilayah Syisyah, Kota Makkah Kamis (7/5/2026).
“Mereka adalah tamu-tamu Baitullah; bukan tamu saya pribadi, melainkan tamu rumah Allah, tamu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka adalah orang-orang yang kami cintai karena Allah, dan kami di sini untuk melayani mereka,” ungkapnya saat ditemui di sela penyambutan jamaah haji Indonesia asal Batam.
Dia kemudian merendah diri dengan ungkapan, adapun pelayanan yang mereka berikan kepada para tamu Allh, merasa masih sedikit. ”Maka saya berharap bisa memberikan lebih dan lebih lagi, karena mereka adalah tamu Baitullah Al-Haram, maka mereka adalah tamu kami juga,” katanya.
Kemudian dia memanggil salah seorang petugas di hotelnya seraya memerintahkan agar memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.
”Tamu-tamu Baitullah ini, mereka adalah tamu Baitullah Al-Haram. Jadi, kita harus memberikan yang terbaik untuk mereka. Kami adalah pelayan bagi mereka. Kami adalah pelayan bagi tamu-tamu Allah,” tegasnya.
Dia menambahkan, bahwa dirinya mewakili negaranya, mewakili Pangeran Muhammad bin Salman, mewakili Raja Salman untuk melayani tamu-tamu Allah di Tanah Haram.
Oleh karena itu, kata dia, sebagai salah seorang penanggung jawab di hotel tersebut, akan berusaha sekuat tenaga membantu dan memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji yang tinggal selama musim haji.
”Alhamdulillah, dan insyaallah apa pun, kebutuhan apa pun, saya yang bertanggung jawab. Apa pun yang kalian inginkan di hotel, jika ada sesuatu yang kurang, apa pun itu, (akan kami laksanakan) dengan senang hati,” pungkasnya.
Hal serupa disampaikan Penanggung Jawab Hotel Al-Hidayah, Tower 1, di Sektor 10 wilayah Aziziyah, Raed Bahakam. Dia mengaku sangat senang menyambut umat Islam yang beribadah haji di kotanya.
”Kami menyambut baik kedatangan kalian semua dan semua jamaah Indonesia adalah kekasih-kekasih Allah, kalian semua adalah burung-burung surga dari kelompok orang-orang baik, yang sangat lembut hatinya, yang tenang perangainya, dan kami sebagai tuan rumah akan menyambut dengan baik kalian semua,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).
Ditanya tentang Indonesia, Raed mengaku pernah berkunjung setahun yang lalu ke Pulau Bali dan tinggal selama 3 minggu.
“Itu adalah daerah yang bagus. Penduduknya penuh cinta dan penghormatan kepada tamu-tamu yang berkunjung,” pungkasnya.





Comments are closed.