Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kapan Usus Buntu Harus Segera Dioperasi?

Kapan Usus Buntu Harus Segera Dioperasi?

kapan-usus-buntu-harus-segera-dioperasi?
Kapan Usus Buntu Harus Segera Dioperasi?
service

Jakarta

Radang  usus buntu terjadi ketika organ kecil berbentuk tabung yang menempel pada usus besar mengalami penyumbatan, infeksi, hingga peradangan. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan berkembang menjadi masalah yang lebih serius jika tidak segera ditangani.

Salah satu penanganan utama untuk kondisi tersebut adalah operasi pengangkatan usus buntu. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah peradangan semakin parah serta mengurangi risiko komplikasi yang dapat membahayakan tubuh.

Namun, tidak semua orang langsung mengetahui kapan kondisi tersebut membutuhkan tindakan bedah. Lantas, kapan usus buntu harus segera dioperasi dan tanda apa saja yang perlu Bunda perhatikan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu radang usus buntu?

Dilansir Cleveland Clinic, usus buntu adalah kantung kecil berbentuk tabung, seukuran jari, yang menonjol dari ujung kanan bawah usus besar.

Kotoran (tinja) yang bergerak melalui usus besar dapat menyumbat atau menginfeksi usus buntu, menyebabkan peradangan, yang pada gilirannya membuat usus buntu membengkak dan bisa pecah.

Usus buntu yang pecah adalah keadaan darurat medis. Hal ini menyebarkan bakteri dari dalam usus ke seluruh rongga perut.

Infeksi ini kemudian dapat menyebar ke aliran darah, yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Karena risiko ini, pengobatan standar untuk radang usus buntu adalah dengan mengangkat usus buntu (apendektomi).

Gejala radang usus buntu

Gejala radang usus buntu biasanya dimulai dengan nyeri di tengah perut, di sekitar pusar. Setelah beberapa jam, nyeri biasanya berpindah ke sisi kanan bawah perut dan semakin memburuk.

Rasa sakit mungkin terasa lebih parah saat Bunda bergerak, batuk, atau menekan area tersebut. Rasa sakit mungkin terasa sedikit lebih baik saat Bunda menarik lutut ke dada.

Beberapa penderita mungkin tidak mengalami gejala nyeri yang biasa. Misalnya, mengalami nyeri yang kurang parah, berkembang lebih lambat, atau di tempat yang berbeda. Hal ini lebih mungkin terjadi pada perempuan hamil, anak kecil, dan orang lanjut usia.

Dilansir NHS, berikut beberapa gejala lain radang usus buntu yang dapat Bunda ketahui:

Merasa sakit atau kehilangan nafsu makan

  • Suhu tinggi
  • Sembelit atau diare
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya
  • Bingung mendadak biasanya terjadi pada orang lanjut usia

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat usus buntu

Dilansir Mayo Clinic, radang usus buntu dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut di antaranya:

1. Usus buntu yang pecah

Usus buntu yang pecah, juga disebut apendiks ruptur, menyebarkan infeksi ke seluruh rongga perut, suatu kondisi yang disebut peritonitis.

Kondisi ini berpotensi mengancam jiwa dan memerlukan operasi segera untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut.

2. Kantung nanah yang terbentuk di dalam perut

Jika usus buntu pecah, kantung infeksi dapat terbentuk, ini disebut abses. Dalam kebanyakan kasus, ahli bedah mengeringkan abses dengan memasukkan tabung melalui dinding perut ke dalam abses.

Tabung dibiarkan di tempatnya selama sekitar dua minggu, dan antibiotik diresepkan untuk membersihkan infeksi.

Setelah infeksi mereda, usus buntu dapat diangkat melalui operasi. Pada beberapa orang, abses dikeringkan, dan usus buntu diangkat segera.

Setelah didiagnosis menderita usus buntu, waktu sangatlah penting. Usus buntu dapat pecah dalam waktu 36 jam setelah gejala pertama muncul.

Dokter bedah biasanya akan menjadwalkan operasi pengangkatan usus buntu dalam waktu 24 jam setelah diagnosis.

Jika menjalani apendektomi laparoskopi sederhana, pasien kemungkinan bisa pulang pada hari yang sama. Jika mengalami komplikasi atau menjalani operasi terbuka, pasien perlu tinggal di rumah sakit sedikit lebih lama.

Pasien juga mungkin memerlukan pereda nyeri selama beberapa hari pertama di rumah. Sebagian besar orang pulih sepenuhnya dalam waktu enam minggu.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang kapan usus buntu harus segera dioperasi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.