Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Kehadiran KDMP Picu Kekhawatiran Pedagang Kecil di Rembang

Kehadiran KDMP Picu Kekhawatiran Pedagang Kecil di Rembang

kehadiran-kdmp-picu-kekhawatiran-pedagang-kecil-di-rembang
Kehadiran KDMP Picu Kekhawatiran Pedagang Kecil di Rembang
service

Rembang, NU Online

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pemilik warung konvensional. Mereka menilai, keberadaan koperasi tersebut berpotensi memperketat persaingan usaha yang selama ini sudah dirasakan cukup berat.

Halim, pemilik warung konvensional asal Kudus, mengungkapkan bahwa hadirnya KDMP menjadi tantangan baru bagi usaha kecil seperti miliknya. Menurutnya, kondisi pasar saat ini sudah dipenuhi berbagai jenis usaha ritel, mulai dari warung tradisional hingga toko modern.

“Sebagai pemilik toko kelontong, saya merasa cukup terganggu. Warung sekarang sudah berjejalan, apalagi dengan adanya warung Madura dan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Halim kepada NU Online, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, meskipun rezeki diyakini telah diatur, faktor harga kini menjadi pertimbangan utama konsumen dalam berbelanja. Hal ini membuat persaingan antar pelaku usaha semakin ketat.

“Warung saya ini satu-satunya mata pencaharian. Mendengar ada koperasi Merah Putih, saya jadi khawatir dagangan tidak laku. Sebelum ada koperasi saja sudah sepi, apalagi sekarang,” imbuhnya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Jamiati, pemilik warung rumahan di Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem. Warung yang berada di depan rumahnya tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan selain bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan buruh pengupas kulit kacang di salah satu perusahaan milik tetangganya.

Menurut Jamiati, meskipun skala usahanya kecil dengan sistem kulakan terbatas, warung tersebut tetap membantu menopang kebutuhan sehari-hari.

“Walaupun kulakan sedikit-sedikit di tempat agen langganan saya, tetapi lumayan untuk tambahan. Kalau harga bahan baku naik, saya tetap stok, meski tidak banyak,” katanya saat ditemui di kediamannya.

Ia berharap keberadaan KDMP tidak berdampak signifikan terhadap pendapatannya. Namun, ia mengakui tetap ada rasa khawatir di tengah meningkatnya jumlah pesaing, termasuk toko ritel modern.

“Tetap di hati ada rasa khawatir. Walaupun tetangga kanan kiri sudah jadi langganan, tetap saja kalau ada saingan seperti koperasi desa, saya khawatir. Apalagi sudah ada Indomaret dan Alfamart, ditambah lagi koperasi desa,” pungkas Jamiati.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.