Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kehinaan Berawal dari Benih Ketamakan dan Angan-Angan Kosong

Kehinaan Berawal dari Benih Ketamakan dan Angan-Angan Kosong

kehinaan-berawal-dari-benih-ketamakan-dan-angan-angan-kosong
Kehinaan Berawal dari Benih Ketamakan dan Angan-Angan Kosong
service

Jakarta, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan pentingnya membersihkan diri dari sifat tamak. Berbagai bentuk kehinaan dalam kehidupan manusia kerap berawal dari benih ketamakan yang dibiarkan tumbuh dalam diri.

Ia mengutip sebuah ungkapan hikmah Ibnu Athaillah yang menyatakan bahwa cabang-cabang kehinaan tidak akan tumbuh kecuali dari benih ketamakan.

“Tidak akan tumbuh cabang-cabang kehinaan kecuali dari benih-benih ketamakan,” ujar Gus Mus dalam pengajian Ramadhan ditayangkan YouTube NU Online diakses Rabu (11/3/2026).

Gus Mus menjelaskan, ketamakan ibarat biji yang ditanam di dalam diri seseorang. Jika benih itu tumbuh dan berkembang, maka ia akan melahirkan berbagai perilaku yang pada akhirnya menyeret seseorang pada kehinaan.

Menurutnya, seseorang yang awalnya dikenal baik pun dapat berubah menjadi hina jika dalam dirinya mulai tumbuh sifat tamak.

“Orang yang tadinya baik bisa menjadi hina. Mengapa? Karena dalam dirinya muncul benih ketamakan. Kalau benih itu dibiarkan, lama-lama akan berkembang dan membawa pada kehinaan,” jelas Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin itu.

Karena itu, Gus Mus menekankan pentingnya menghilangkan sifat tamak sejak awal. Ia mengingatkan agar manusia tidak membiarkan sikap serakah bersemayam dalam dirinya karena hal itu dapat menjerumuskan pada kerendahan martabat.

Selain ketamakan, Gus Mus juga menyoroti bahaya mengikuti angan-angan kosong. Ia mengutip ungkapan lain yang menyatakan bahwa angan-angan semata tidak akan mampu menuntun seseorang menuju kebenaran.

Menurutnya, angan-angan atau bayangan pikiran yang tidak jelas kebenarannya sering kali membuat seseorang mengambil keputusan berdasarkan dugaan semata.

“Sering kali orang mengikuti angan-angannya sendiri. Ia berpikir, ‘Kalau begini nanti pasti begini.’ Padahal itu hanya dugaan,” ujarnya dalam pengajian yang mengulas Kitab Al-Hikam.

Gus Mus memberi contoh sederhana seseorang yang sering bercermin lalu berangan-angan bahwa dirinya pantas menjadi bintang film. Angan-angan itu bisa saja mendorongnya melakukan berbagai langkah untuk mewujudkannya. Namun, menurutnya, angan-angan semacam itu tidak selalu membawa pada hasil yang baik. Apalagi jika benihnya berasal dari ketamakan atau keinginan berlebihan.

“Kadang orang merasa angan-angannya menuju kebaikan, tetapi ternyata pada akhirnya justru membawa pada sesuatu yang tidak baik,” kata kiai yang juga penyair dan budayawan itu.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.