Jakarta, Arina.id—Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI meluncurkan program nasional bertajuk Peaceful Muharam 1448 H.
Mengusung tema Menebar Maslahat, Menguatkan Umat gerakan ini mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H sebagai momentum transformasi spiritual dan sosial yang konkret, bukan sekadar pergantian kalender.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof. Abu Rokhmad menyampaikan bahwa kampanye ini dirancang untuk menghadirkan wajah Islam yang sejuk, inklusif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Kami ingin mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum tahun baru Hijriah ini untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan, melakukan berbagai macam perubahan agar tahun depan kita menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Prof Abu dalam Peluncuran ditandai dalam forum media briefing Bimas Islam Talks di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, aspek kepedulian sosial dan tanggung jawab ekologis (ekoteologi) mendapat porsi strategis. Kemenag mendorong perubahan perilaku umat Islam dalam isu global seperti krisis lingkungan dan limbah makanan.
“Tahun Baru Hijriah harus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan ekologis. Kita tebarkan kebaikan kepada sesama dan menjaga keharmonisan dengan alam sebagai wujud Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H pada 15 Juni 2026. Selanjutnya, pada 16 Juni 2026 akan digelar Muharaman Bersama Gen Z yang diisi dengan kick-off penyusunan standardisasi kosa isyarat keislaman serta talkshow bersama komika Dzawin Nur dan pendakwah Dennis Lim.
Pada 17 Juni 2026, Kemenag menggelar program 100 Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama yang melibatkan 200 penyuluh agama Islam se-Kabupaten Bogor secara luring dan 1.000 penyuluh agama Islam dari seluruh Indonesia secara daring.
Kegiatan lainnya adalah Car Free Day (CFD) Peaceful Muharram 1448 H serta Lebaran Yatim dan Disabilitas yang akan berlangsung pada 25 Juni 2026.
“Festival ini dirancang sebagai ruang bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk bertumbuh, bersuara, dan berekspresi. Program tersebut menjadi bentuk sinergi antara BAZNAS, lembaga amil zakat (LAZ), nazhir, dan LKS-PWU,” jelasnya.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo 2026 yang akan digelar pada 27–28 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah bersama Asosiasi Penghulu Republik Indonesia itu menghadirkan berbagai layanan bagi calon pengantin.
“Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat mengakses vendor pernikahan profesional, mengikuti sesi ta’aruf, layanan pencatatan nikah resmi, bimbingan pranikah, hingga program nikah massal bagi pasangan kurang mampu,” jelasnya.
Selain itu, akan digelar pula diskusi interaktif yang menghadirkan tokoh agama, psikolog, praktisi budaya, perencana keuangan, serta pelaku industri pernikahan guna memberikan bekal kepada calon pengantin dalam membangun keluarga sakinah.
Rangkaian Peaceful Muharram 1448 H juga mencakup berbagai program lainnya, seperti CFD SIGAP Mas (Sosialisasi Gerakan Aktivasi UPZ Masjid), Festival Muharram Internasional, Indonesia Berkiblat Gerakan Nasional 1448 H Rashdul Qiblat, Milfest 1448 H Muharram Islamic Literacy Festival, RECONNECT (Religious Counselors in Prison Rehabilitation and Community Reintegration), Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir, serta Indonesia Halal Brands and Food Expo.
Tak hanya itu, Kemenag juga menggelar program Halal Goes to Campus di IPB University sebagai wadah edukasi dan literasi halal bagi generasi muda.
“Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang gaya hidup halal sekaligus mendorong mereka menjadi pelaku, inovator, dan penggerak ekosistem halal yang berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi umat dan bangsa,'” tandasnya.





Comments are closed.