Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Kemenbud RI tetapkan kawasan Gua Liangkabori cagar budaya nasional

Kemenbud RI tetapkan kawasan Gua Liangkabori cagar budaya nasional

kemenbud-ri-tetapkan-kawasan-gua-liangkabori-cagar-budaya-nasional
Kemenbud RI tetapkan kawasan Gua Liangkabori cagar budaya nasional
service

Muna (ANTARA) – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia menetapkan kawasan prasejarah Gua Liangkabori dan Liang Metanduno di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat dihubungi di Muna, Minggu, mengatakan bahwa seluruh tahapan sidang penetapan status oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional telah rampung dilaksanakan pada pekan lalu.

“Penetapan status sidangnya sudah selesai minggu lalu. Nah, tinggal diumumkan, insya Allah awal Agustus ya sebagai cagar budaya nasional,” kata Fadli Zon.

Baca juga: Menteri Kebudayaan sebut Gua purba di Indonesia terancam tambang

Dia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkabori, para pemangku adat, peneliti, komunitas budaya, serta seluruh masyarakat yang secara lintas generasi merawat kawasan cadas tersebut, hingga melaksanakan Festival Liangkabori ke-4 tahun 2026.

Melalui festival dan penetapan status ini, Fadli menilai Indonesia kembali membuka babak krusial dalam sejarah umat manusia, mengingat situs tersebut menyimpan salah satu bukti peradaban tertua di dunia.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa situs Liang Metanduno menjadi sorotan arkeologi global setelah publikasi hasil riset lintas perguruan tinggi dalam dan luar negeri bersama Griffith University, Australia, serta Balai Pelestarian Kebudayaan pada 22 Januari 2026.

“Hasil riset tersebut secara resmi dicatatkan dalam Guinness Book of Records 2026 sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia (the world’s oldest non-figurative cave painting),” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengujian saintifik menggunakan metode laser ablation uranium-series membuktikan bahwa bidang pigmen visual purba berukuran 14 cm kali 10 cm di gua tersebut memiliki usia setidak 67.800 tahun.

Temuan ini sekaligus memecahkan rekor dunia sebelumnya yang berada di Leang Karampuang, Maros Pangkep, Sulawesi Selatan yang berusia 51.200 tahun. Selain itu, temuan di Muna ini tercatat 1.100 tahun lebih tua dari batas minimum cap tangan purba di Maltravieso, Spanyol yang dikaitkan dengan Neanderthal, serta jauh melampaui usia lukisan dinding gua legendaris di Prancis, seperti Gua Chauvet (30.000-32.000 tahun) dan Lascaux (17.000 tahun).

Fadli menilai bukti arkeologis modern (Homo Sapiens) di Muna yang memiliki bentang sejarah melewati 2.700 generasi ini sangat berpotensi menantang balik dominasi teori migrasi tunggal Out of Africa.

Baca juga: BPCB akan mendata lukisan prasejarah di gua-gua Pulau Kisar

Baca juga: Penemuan gua peninggalan Kerajaan Kanjuruhan

“Selama ini ilmu pengetahuan pun ada satu pengaruh dari kolonialisme, mereka selalu melihat kita ini relatif lebih muda dan pusatnya ada di Eropa sana. Dengan bukti arkeologis yang sangat kuat ini, kita harus berani menantang teori-teori lama itu. Narasi migrasi manusia bisa saja berbentuk dua arah atau multiple traffic, termasuk adanya potensi Out of Nusantara atau Out of Sulawesi,” sebutnya.

Guna mengoptimalkan perlindungan terhadap ancaman degradasi fisik akibat perubahan iklim (climate change), Kemenbud RI berkomitmen membangun Pusat Informasi Lukisan Purba di Kepulauan Muna melalui kantor kementerian di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Kemenbud RI juga menginstruksikan pendokumentasian seluruh lukisan cadas prasejarah di wilayah Muna, Maros Pangkep, Kalimantan, hingga Raja Ampat ke dalam sebuah buku komprehensif, serta menghadirkan replika visual berskala tinggi di Museum Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai etalase edukasi publik.

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.