Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kenapa Bayi Terbangun dan Menangis saat Lepas Menyusui? Ini Penyebabnya

Kenapa Bayi Terbangun dan Menangis saat Lepas Menyusui? Ini Penyebabnya

kenapa-bayi-terbangun-dan-menangis-saat-lepas-menyusui?-ini-penyebabnya
Kenapa Bayi Terbangun dan Menangis saat Lepas Menyusui? Ini Penyebabnya
service

Jakarta

Bayi memang bisa menangis kapan saja baik saat lapar atau setelah menyusui. Kira-kira, kenapa bayi terbangun dan menangis saat lepas menyusui ya, Bunda? Cari tahu penyebabnya, Bun.

Tangisan bayi kerap membuat busui panik dan khawatir berlebihan. Padahal, saat bayi menangis itu belum tentu mereka sedang lapar ya, Bunda. 

Sebab pada praktiknya, bayi yang sudah disusui pun saat dilepaskan dari payudara tetap saja menangis. Padahal, mereka sudah menyusu cukup lama dan pastinya sudah tak lagi lapar. Namun, kondisi bayi menangis setelah menyusui memang tetap saja muncul. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa bayi menangis setelah menyusui?

Bayi menangis memang tak mengenal waktu ya, Bunda. Termasuk saat sesi menyusu selesai, mereka bisa saja menangis kembali. Padahal, mereka sudah menyusu sampai kenyang dan kemudian tertidur pulas.

Biasanya, ketika bayi menangis setelah menyusu, penyebabnya memang bisa beragam. Salah satunya yakni mereka merasa tidak nyaman dikarenakan beberapa hal berikut ini:

1. Perut kembung

Sebagian besar gangguan setelah menyusui banyak dikaitkan dengan gas yang terjebak dalam sistem pencernaan. Kondisi ini sering terlihat sebagai perut yang bengkak atau mengeras.

2. Tangisan kesakitan

5 Alasan Bayi Langsung Menangis saat Ditaruh di Tempat TidurFoto: Getty Images/Pradit_Ph

Bayi mungkin lebih sering menangis setelah menyusui di malam hari. Bunda mungkin akan mengenalinya sebagai tangisan yang lebih serius daripada tangisan biasanya.

3. Menarik atau meregangkan kaki

Bunda mungkin memperhatikan Si Kecil menarik kakinya ke arah perut atau meregangkannya dengan kaki. Sering kali, ini merupakan tanda gangguan perut.

Penyebab umum lainnya

Jadi, apa sebenarnya penyebab paling umum bayi menangis setelah menyusui ya, Bunda? Beberapa penyebabnya yakni sebagai berikut, Bunda:

1. Kolik

Kolik merupakan salah satu penyebab umum bayi menangis setelah menyusui. Pada dasarnya, ini kondisi yang biasa terjadi. Tetapi, karena bayi kolik menangis setidaknya tiga jam sehari, minimal tiga hari seminggu selama setidaknya satu minggu, hal ini dapat membuat orang tua merasa tertekan. 

2. Refluks asam

Kondisi ini menjadi penyebab lain dari tangisan bayi selama dan setelah menyusui. Bahkan, ada setidaknya 4 dari 10 bayi mengalami refluks dalam tahun pertama mereka. Refluks sendiri ialah ketika bayi secara teratur memuntahkan ASI selama atau segera setelah menyusui.

3. Gas

Si Kecil memang masih mengembangkan keterampilan dasar baik secara eksternal maupun internal. Selain itu, terkadang bayi dapat menelan sedikit udara saat menyusu, tetapi tubuh mereka tidak mampu memproses udara tersebut melalui sistem pencernaan. Ini artinya, gas yang terperangkap dapat menyebabkan tekanan dan perut kembung sehingga membuat ketidaknyamanan pada bayi.

4. Sensitivitas dan alergi makanan

Terkadang, bayi mungkin menangis usai menyusu karena sensitivitas atau alergi makanan. Hal ini biasanya berasal dari sesuatu yang Bunda makan dan membuat mereka sensitif atau alergi seperti dikutip dari laman Healthline.

5. Tumbuh gigi

Sebagian besar bayi mulai tumbuh gigi sekitar usia enam bulan tetapi ada juga yang mulai tumbuh giginya sebelum usia empat bulan dan beberapa diantaranya setelah usia 12 bulan. Tumbuh gigi ini bisa membuat bayi tiak nyaman sehingga membuat mereka rewel.

Apakah bayi setelah menyusu disebabkan ASI seret?

Adakalanya, kekhawatiran pasokan ASI terhadap diri sendiri memang muncul terutama ketika bayi terus menangis baik saat menyusui ataupun setelahnya. 

Terkait hal tersebut, Bunda tidak perlu khawatir berlebihan. Sebab, tangisan bayi tak selalu terkait dengan mereka sedang lapar atau Bunda tidak memiliki cukup ASI untuk memberikannya nutrisi secara maksimal. Selama bayi BAB dan BAK normal serta berat badannya bertambah dengan baik, maka ia pastinya mendapatkan cukup ASI.

Bahkan, ada juga banyak alasan mengapa bayi menangis. Misalnya, ketika popoknya penuh, terlalu panas cuacanya atau terlalu dingin, lelah, sakit, atau mengalami kolik, dan merasa kesepian, serta lainnya seperti dikutip dari laman Fhs.

Semua hal tersebut bisa membuat bayi tidak nyaman dan kemudian mulai menangis. Jika bayi masih menangis setelah menyusui dan Bunda menghilangkan faktor-faktor lain, tangisan tersebut mungkin berkaitan dengan cara Bunda menyusui.

Berikut ini tips yang dapat membantu mengurangi tangisan bayi yang bisa Bunda lakukan:

1. Mulailah menyusui begitu melihat tanda-tanda awal bayi ingin menyusu
2. Menyusui sebelum payudara bengkak atau penuh
3. Kompres dingin pada payudara untuk meredakan pembengkakan sebelum menyusui
4. Cobalah berbagai posisi menyusui
5. Tenangkan bayi menangis dengan kontak kulit ke kulit 
6. Kurangi asupan produk susu, kafein, atau stimulan lainnya dalam asupan harian

Jika situasi terus berlanjut dan Bunda merasa kewalahan menghadapinya, segera konsultasikan dengan dokter ya, Bunda, untuk mendapatkan saran lebih lanjut. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.