Mubadalah.id – Selain lebih sering buang air kecil, ibu hamil juga dapat mengalami perubahan pada cairan yang keluar dari vagina atau keputihan. Keputihan merupakan cairan yang keluar dari vagina dan pada dasarnya dialami oleh semua perempuan.
Cairan tersebut merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh perempuan untuk menjaga kebersihan vagina. Jumlah dan kondisi keputihan juga dapat berubah mengikuti siklus menstruasi pada perempuan yang tidak sedang hamil.
Ketika hamil, jumlah cairan yang keluar dari vagina dapat meningkat. Kondisi tersebut terutama dapat dirasakan ketika kehamilan mulai mendekati masa akhir. Keputihan yang normal selama kehamilan dapat berwarna bening atau kekuningan.
Karena itu, ibu tidak perlu langsung khawatir ketika mendapati keputihan lebih banyak selama kehamilan selama tidak disertai tanda-tanda yang mencurigakan.
Namun, perubahan karakter keputihan perlu mendapatkan perhatian. Cairan yang berubah menjadi abu-abu, hijau, atau semakin kental dapat menjadi tanda adanya infeksi. Bau yang tidak sedap juga menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan.
Ibu juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keputihan dengan rasa gatal atau panas pada vagina. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi vagina dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesulitan Bangun, Duduk, dan Berbaring
Pertumbuhan janin juga dapat membuat ibu mengalami perubahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika bangun, duduk, dan berbaring. Karena itu, posisi tubuh selama beristirahat perlu ibu perhatikan.
Ibu hamil sebaiknya tidak berbaring lurus dalam posisi terlentang. Ketika ibu berbaring terlentang, berat kandungan dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah yang membawa makanan dan oksigen menuju bayi.
Untuk menghindari posisi tersebut, ibu dapat meletakkan sesuatu di bagian punggung ketika berbaring. Cara ini dapat membantu tubuh tetap berada dalam posisi yang lebih nyaman dan tidak kembali terlentang.
Ibu hamil juga perlu berhati-hati ketika bangun dari tempat tidur. Bangun secara tiba-tiba dari posisi berbaring tidak medis anjurkan karena dapat membuat tubuh kehilangan keseimbangan atau merasa tidak nyaman.
Cara yang lebih baik adalah memutar tubuh ke samping terlebih dahulu. Setelah itu, ibu dapat mendorong tubuhnya untuk bangun dengan menggunakan tangan.
Dengan cara tersebut, perubahan posisi dari berbaring menuju duduk dapat ibu lakukan secara lebih perlahan dan terkontrol.
Memutar tubuh ke samping terlebih dahulu. Kemudian, mendorong tubuh dengan menggunakan tangan untuk bangun. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 96.





Comments are closed.