Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Khutbah Jumat: 3 Bekal Penting dalam Menapaki Tahun Baru Hijriah

Khutbah Jumat: 3 Bekal Penting dalam Menapaki Tahun Baru Hijriah

khutbah-jumat:-3-bekal-penting-dalam-menapaki-tahun-baru-hijriah
Khutbah Jumat: 3 Bekal Penting dalam Menapaki Tahun Baru Hijriah
service

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat kepada jamaah dan pada diri khatib pribadi untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah sekaligus bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan olehNya. Kita perlu sadari bahwa dalam kehidupan ini, masih lebih banyak nikmat yang kita rasakan dari pada kesengsaraan. Tinggal bagaimana kita memaknai kedua-duanya agar kita benar-benar menjadi hamba yang pintar bersyukur.

Keterkaitan nikmat dan syukur ini telah ditegaskan oleh Allah dalam surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pada khutbah kali ini, khatib mengajak kita semua untuk menguatkan modal dalam menghadapi tahun baru Hijriah yang saat ini sedang kita alami. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan hanya sekadar perubahan angka dari satu tahun menuju tahun berikutnya. Tahun Baru Hijriah sesungguhnya merupakan momentum hijrah, momentum perubahan, dan momentum pembaruan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Kita perlu pahami bahwa hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah pun bukan hanya perpindahan tempat secara fisik, tetapi juga merupakan perpindahan menuju kehidupan yang lebih mulia, lebih beradab, lebih beriman, dan lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Karena itu, ketika memasuki Tahun Baru Hijriah, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu menjadi bekal bagi kita dalam menjalaninya. Tiga bekal tersebut adalah Astaghfirullah, Alhamdulillah, dan Bismillah

Pertama adalah Astaghfirullah. Kita perlu sadari bahwa tidak ada manusia yang terbebas dari kesalahan dan kekhilafan. Setahun yang telah berlalu tentu menyimpan banyak catatan kehidupan. Ada amal baik yang patut disyukuri, tetapi ada pula dosa, kelalaian, kesempatan yang terabaikan, dan amanah yang belum tertunaikan secara sempurna.

Karena itu, Tahun Baru Hijriah adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Muhasabah berarti menilai diri sendiri apakah yang telah kita lakukan pada waktu lalu merupakan hal yang positif dan memberi dampak baik atau sebaliknya merupakan hal negatif yang merugikan. 

Kesadaran atas berbagai kekurangan itulah yang mendorong kita untuk mengucapkan Astaghfirullah. Memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.

Allah SWT berfirman:

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗۗ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ ۝٣

Artinya: “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).” (QS. Hud: 3)

Kita perlu mencontoh Rasulullah yang merupakan manusia paling mulia dan telah dijamin ampunan dosanya. Dalam status tersebut, beliau justru terus memperbanyak istighfar setiap hari. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa semakin tinggi keimanan seseorang, semakin besar pula kesadarannya untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

Maka, ketika memasuki tahun yang baru, janganlah kita sibuk menghitung kesalahan orang lain, tetapi marilah kita menghitung kekurangan diri sendiri. Jangan-jangan selama ini kita lebih banyak menuntut hak daripada melaksanakan kewajiban. Jangan-jangan selama ini kita lebih banyak mengingat kesalahan orang lain daripada mengingat dosa-dosa diri sendiri. Karena itu, sambutlah Tahun Baru Hijriah dengan memperbanyak istighfar.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kedua adalah Alhamdulillah. Setelah kita melihat ke belakang dengan melakukan introspeksi diri, maka kita perlu melihat keadaan saat ini dengan rasa syukur. Betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Masih diberi kesempatan hidup. Masih diberi kesehatan. Masih diberi keluarga bahagia. Masih diberi rezeki. Masih diberi kesempatan untuk beribadah. Dan masih diberi kesempatan memperbaiki diri.

Tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama. Ada saudara-saudara kita yang telah dipanggil terlebih dahulu oleh Allah SWT. Ada yang diuji dengan sakit, ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi, dan ada yang diuji dengan berbagai musibah. Karena itu, nikmat yang kita rasakan hari ini harus disambut dengan ucapan Alhamdulillah.

Namun syukur bukan hanya ucapan di bibir, tetapi juga diwujudkan dalam perbuatan. Mata yang sehat digunakan untuk melihat hal-hal yang baik. Lisan digunakan untuk berdzikir dan berkata santun. Tangan digunakan untuk membantu sesama. Harta digunakan untuk berbagi dan bersedekah. Ilmu digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Jabatan digunakan untuk melayani, bukan untuk menyombongkan diri.

Orang yang bersyukur tidak selalu memiliki segala yang diinginkan, tetapi ia mampu mensyukuri segala yang sudah Allah berikan. Rasa syukur akan melahirkan ketenangan hati, sedangkan terlalu banyak mengeluh hanya akan membuat hidup semakin sempit dan bersedih diri. Maka, jangan terlalu sibuk melihat apa yang belum kita miliki, tetapi lihatlah betapa banyak karunia Allah yang telah kita nikmati.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 18:

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝١٨

Artinya: “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ketiga adalah Bismillah. Masa depan adalah rahasia Allah SWT. Tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok. Namun, Islam mengajarkan kepada kita agar tetap memiliki harapan, cita-cita, dan optimisme. Kita tidak boleh pesimis. Kita harus terus berikhtiar dan berprasangka baik kepada Allah SWT. Karena itu, setiap langkah menuju masa depan hendaknya dimulai dengan mengucapkan Bismillahirrah

Dengan Bismillah menghadapi masa depan, kita akan menyadari bahwa kita boleh merencanakan, tetapi Allah yang menentukan. Kita boleh berusaha, tetapi Allah yang memberikan hasil. Kita boleh bercita-cita, tetapi Allah yang membuka jalan.

Karena itu, memasuki Tahun Baru Hijriah, marilah kita memperbaharui niat dan tekad. Jika tahun lalu ibadah kita masih kurang, semoga tahun ini lebih baik. Jika tahun lalu hubungan persaudaraan kita masih renggang, semoga tahun ini semakin erat. Jika tahun lalu kita masih sering lalai, semoga tahun ini semakin istiqamah. Jika tahun lalu kita masih banyak berbuat dosa, semoga tahun ini dipenuhi amal saleh.

Rasulullah bersabada sebagai berikut:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ   

Artinya: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”(HR: Tirmidzi) 

Maka akhirnya, Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Memasuki Tahun Baru Hijriah ini, marilah kita menanamkan tiga prinsip penting ini dalam kehidupan yakni bermuhasabah dengan Astaghfirullah, bersyukur dengan dengan Alhamdulillah, dan menjalani masa depan dengan Bismillah.

Semoga Allah SWT menjadikan tahun yang baru ini sebagai tahun yang penuh keberkahan, tahun yang menghadirkan kedamaian, kesehatan, keluasan rezeki, kemudahan dalam segala urusan, serta menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqamah dalam iman dan amal saleh. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

H Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.