Hari ini, saudara-saudara kita di berbagai daerah mungkin sedang menghadapi ujian berat akibat bencana. Ada yang kehilangan rumah. Ada yang kehilangan harta benda. Bahkan, ada yang kehilangan anggota keluarga
Teks khutbah Jumat berikut berjudul “Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلهِ. الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّرَاحُمِ وَالتَّعَاوُنِ، وَجَعَلَ فِي مُسَاعَدَةِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا وَثَوَابًا كَرِيمًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji dan syukur hanya milik Allah swt semata. Satu-satunya Tuhan yang layak disembah yang tak henti-hentinya mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.
Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.
Khatib juga tak lupa untuk memberikan wasiat dan mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Di antara bentuk ketakwaan kepada Allah swt ialah saling tolong menolong dalam kebaikan.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Beberapa hari lalu, gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekitar 71 orang meninggal dunia. Puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di tengah situasi yang serba sulit.
Bagi kita, bencana itu bukan sekadar berita. Di balik angka-angka tersebut ada saudara-saudara kita yang sedang berduka. Ada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai. Ada anak-anak yang kehilangan rumah. Ada pula mereka yang hari ini masih berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar.
Karena itu, Islam mengajarkan kita untuk tidak bersikap apatis terhadap penderitaan sesama. Islam mengajarkan kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ٢
Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2).
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Ayat yang baru saja khatib bacakan, kata Imam Thabari dalam kitab Jami’ul Bayan, mengandung pesan: seorang Muslim tidak boleh hidup hanya untuk dirinya sendiri. Allah memerintahkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Sebaliknya, kita dilarang saling membantu dalam dosa, kemaksiatan, dan permusuhan.
Lalu, apa yang dimaksud dengan kebaikan dan ketakwaan dalam ayat tersebut?
Kebaikan mencakup setiap amal yang diperintahkan oleh Allah untuk kita kerjakan. Sementara ketakwaan adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan demikian, membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana merupakan salah satu bentuk nyata dari menjalankan perintah Allah. Ketika saudara kita kehilangan rumah, kita hadir membantu. Ketika mereka kekurangan makanan, kita berbagi. Ketika mereka kehilangan keluarga dan sedang berduka, kita menguatkan. Ketika mereka membutuhkan pertolongan, kita tidak berpaling.
Inilah bentuk sederhana dari kepedulian yang diajarkan Islam. Simak penjelasan Imam At-Thabari berikut:
وَلْيُعِنْ بَعْضُكُمْ، أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، بَعْضًا عَلَى الْبِرِّ، وَهُوَ الْعَمَلُ بِمَا أَمَرَ اللهُ بِالْعَمَلِ بِهِ وَالتَّقْوَى، هُوَ اتِّقَاءُ مَا أَمَرَ اللهُ بِاتِّقَائِهِ وَاجْتِنَابُهُ مِنْ مَعَاصِيْهِ
Artinya: “Hendaknya kalian, wahai orang-orang beriman, saling menolong dalam kebaikan. Maksud kebaikan adalah setiap amal yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan. Dan saling menolong dalam ketakwaan berarti menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Lalu, bagaimana cara kita mengamalkan perintah untuk saling menolong tersebut?
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Bagi yang memiliki kesempatan dan kemampuan, kita dapat datang langsung ke lokasi terdampak dan membantu sebagai relawan. Kita bisa membantu mengevakuasi warga, mendistribusikan makanan, menyediakan pakaian, mendirikan tenda darurat, atau melakukan berbagai pekerjaan lain yang dibutuhkan para korban.
Bantuan yang mungkin terlihat sederhana bagi kita, bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang sedang kehilangan hampir segalanya.
Sementara di sisi lain, bagi kita yang tinggal jauh dari daerah terdampak, bantuan juga dapat diberikan dalam bentuk donasi uang melalui lembaga-lembaga resmi dan terpercaya, seperti KitaBisa.com, LAZISNU, Baznas dan lainnya. Yang terpenting, niatkan setiap bantuan yang kita berikan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berada dalam kesulitan.
Sebab, dalam Islam, membantu sesama bukan hanya tentang apa yang kita berikan. Lebih dari itu, ia adalah bentuk kepedulian dan ketakwaan kepada Allah Swt. Bahkan, Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang mau meringankan kesulitan saudaranya.
Rasulullah Saw. bersabda:
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Artinya: “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan orang yang sedang dalam kesulitan, maka Allah memudahkan baginya dari kesulitan di dunia dan akhirat”. (HR Muslim).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Selain membantu secara fisik dengan berdonasi dan menjadi relawan bencana, kita juga perlu mendoakan baik untuk orang-orang yang terdampak bencana. Dalam salah satu haditsnya, Imam Muslim meriwayatkan bahwa doa seorang muslim kepada saudaranya akan mudah diijabah oleh Allah. Bahkan malaikat akan mendoakannya sama persis untuk mendapatkan kebaikan.
Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ
Artinya: “Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat ‘Kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu”. (HR. Muslim).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Demikian khutbah Jumat kali ini. Sebagai penutup khutbah, mari kita doakan saudara-saudara kita di NTT dan sekitarnya yang saat ini terdampak musibah. Semoga orang-orang yang ditinggalkan kerabatnya diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga orang-orang yang kehilangan rumah tempat bernaung segera mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak. Amiin ya rabbal ‘alamin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
———
Alwi Jamalulel Ubab, intelektual NU Tinggal di Indramayu




Comments are closed.