Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Khutbah Jumat: Sya’ban, Hilangkan Penyakit Hati Sambut Ramadhan Suci

Khutbah Jumat: Sya’ban, Hilangkan Penyakit Hati Sambut Ramadhan Suci

khutbah-jumat:-sya’ban,-hilangkan-penyakit-hati-sambut-ramadhan-suci
Khutbah Jumat: Sya’ban, Hilangkan Penyakit Hati Sambut Ramadhan Suci
service

Sya’ban harus kita jadikan momentum muhasabah dan membersihkan hati dari berbagai penyakit batin yang merusak kualitas iman dan amal. Dengan mengenali, mewaspadai, serta berupaya menghilangkan penyakit hati melalui keikhlasan, syukur, tawadhu’, dan pemaafan, kita akan lebih siap menyambut Ramadhan dengan jiwa yang bersih dan lapang.

Khutbah Jumat ini berjudul “Sya’ban, Hilangkan Penyakit Hati Sambut Ramadhan Suci” Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّاۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Menjadi keniscayaan bagi kita untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya, khususnya nikmat iman dan Islam, sehingga pada hari ini kita dapat menunaikan salah satu kewajiban kita sebagai seorang Muslim yakni ibadah Jumat dalam keadaan sehat.

Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib mengajak kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Dengan cara apa? Dengan senantiasa berupaya sekuat jiwa dan raga menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Takwa akan membawa kita kepada surganya Allah sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi:

سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ اَلْجَنَّةَ؟ قَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

Artinya, “Rasulullah pernah ditanya perihal sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga. Ia menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’” (HR Abu Hurairah)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kali ini, khatib akan mengajak jamaah untuk bermuhasabah di bulan Sya’ban yang penuh dengan keberkahan ini. Sya’ban bisa kita jadikan momentum membersihkan penyakit-penyakit hati agar kita mampu menyambut Ramadhan yang suci dengan jiwa yang bersih, ikhlas, dan ketenangan hati.

Seperti yang kita pahami Bersama, Bulan Sya’ban hadir sebagai jembatan waktu antara Rajab dan Ramadhan. Bulan Sya’ban bukan hanya bulan penantian, tetapi momentum penting untuk membersihkan hati dan menata jiwa untuk bertemu Ramadhan.

Rasulullah sudah memberi teladan nyata dengan memperbanyak amal ibadah di bulan Sya’ban karena bulan ini adalah masa pengangkatan catatan amal kita kepada Allah SWT. Maka, membersihkan hati dari penyakit hati menjadi ikhtiar penting agar Ramadhan bisa disambut dengan jiwa yang sehat dan ibadah yang berkualitas.

Rasulullah telah mengingatkan:

أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

Artinya: “Ingatlah, dan sesungguhnya di dalam diri manusia itu terdapat segumpal darah. Jika ia baik, baik [pula] seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusak ‎pula seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati,” (Muttafaqun Alaih)‎.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Penyakit hati adalah penyakit yang tidak tampak oleh mata, namun dampaknya jauh lebih berbahaya dibanding penyakit fisik. Penyakit hati mampu merusak keikhlasan, mematikan rasa empati, dan menghalangi cahaya hidayah masuk ke dalam diri. Dan bulan Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk muhasabah dan membersihkan diri dari penyakit-penyakit tersebut.

Di antara penyakit hati yang harus kita bersihkan dari hati kita adalah iri dan dengki atau hasad. Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain, disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menghapus pahala amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar. Hasad juga menumbuhkan kebencian, memutus silaturahmi, dan merusak persaudaraan.

Allah berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ

Artinya: “Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.” (QS An-Nisa: 32)

Mari hilangkan iri dan dengki dengan memperbanyak syukur, menyadari bahwa rezeki telah diatur Allah dengan adil, mendoakan kebaikan bagi orang yang diberi nikmat, serta menanamkan keyakinan bahwa nikmat orang lain tidak mengurangi jatah kita sedikit pun.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Penyakit hati selanjutnya yang harus kita hilangkan adalah sombong atau takabbur dan membanggakan diri atau ujub. Penyakit hati ini sangat berbahaya karena menjadi sebab tertolaknya kebenaran dan terhalangnya seseorang dari surga, sebagaimana kesombongan Iblis yang menolak perintah sujud kepada Nabi Adam. Penyakit hati ini juga membuat kita lupa bahwa semua kebaikan berasal dari Allah sekaligus menumbuhkan kesombongan terselubung.

Dalam Al-Qur’an, Allah melarang sikap sombong dan membanggakan diri:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

Artinya: “Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kemudian mari kita juga hilangkan penyakit dendam dan benci di bulan Sya’ban ini. Dendam adalah keinginan membalas keburukan dengan keburukan, sedangkan benci adalah perasaan permusuhan yang mengendap di hati. Penyakit ini mengotori jiwa, menyenangkan setan, dan menutup pintu ampunan Allah, khususnya ketika hati enggan memaafkan.

Mari latih jiwa kita untuk bisa memaafkan dengan mengingat besarnya pahala orang yang memberi maaf. Mari berdoa agar hati kita dilembutkan serta mampu meneladani Rasulullah yang mudah memaafkan, bahkan kepada orang yang menyakitinya. Rasulullah bersabda:

مَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلا عِزًّا

Artinya, “Tidaklah Allah menambahkan seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan menambah kemuliaan baginya.” (HR Muslim).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bulan Sya’ban bukan hanya tentang menunggu Ramadhan, tetapi tentang menyiapkan diri agar layak bertamu di bulan suci. Dengan membersihkan penyakit hati, kita tidak hanya menyambut Ramadhan secara fisik, tetapi juga secara ruhani. Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, menghilangkan penyakit batin yang merusak, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan hati yang sehat dan penuh keikhlasan. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

H. Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.