Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kisah Kijang dan Lintah, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Kisah Kijang dan Lintah, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

kisah-kijang-dan-lintah,-cerita-rakyat-dari-yogyakarta
Kisah Kijang dan Lintah, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
service

Kisah Kijang dan Lintah, Cerita Rakyat dari Yogyakarta


Kisah kijang dan lintah adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Yogyakarta. Kisah ini mengajarkan tentang sifat sombong yang tidak akan memberikan apa-apa bagi setiap orang yang memilikinya.

Berikut kisah lengkap dalam cerita rakyat dari Yogyakarta tersebut.

Kisah Kijang dan Lintah, Cerita Rakyat dari Yogyakarta

Disitat dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, di sebuah padang rumput di lereng Gunung Merapi, terlihat seekor kijang tengah beristirahat di bawah pohon beringin. Ketika sedang asik beristirahat, mata kijang ini tertuju pada seekor lintah yang ada di sekitar sana.

Kijang ini memperhatikan cara lintah bergerak dengan cara melata. Setelah memperhatikan cukup lama, kijang merasa jijik dengan cara bergerak lintah tersebut.

Akhirnya kijang bangun dari istirahatnya dan mendekati lintah. Dia berkata jika merasa geli melihat cara lintah bergerak.

Perkataan kijang tentu membuat lintah tertegun. Dengan tenang lintah menjawab memang inilah takdir yang diberikan Tuhan untuknya.

Kijang kemudian berkata jika saja lintah memiliki kaki sepertinya, tentu dia akan bisa bergerak dengan cepat. Kijang juga menyombongkan diri jika dia bisa berlari secepat angin.

Lintah hanya bisa tersenyum melihat perilaku kijang. Dia berkata jika kijang tidak perlu merasa sombong seperti itu.

Namun kijang terus saja menyombongkan kemampuannya pada lintah. Merasa jengah dengan perilaku tersebut, lintah kemudian menantang kijang untuk lomba lari melawannya.

Tantangan ini tentu mengejutkan kijang. Dia berkata apakah lintah benar-benar yakin menantangnya dalam hal adu kecepatan.

Lintah memastikan kembali tantangan yang dia berikan. Bahkan lintah mengajak kijang untuk beradu cepat mencapai puncak Gunung Merapi yang ada di hadapan mereka.

Reaksi lintah ini ternyata memancing emosi kijang. Dia pun bersedia dan menerima tantangan tersebut.

Namun kijang penasaran bagaimana caranya untuk memastikan lintah tetap ada dalam perlombaan. Lintah kemudian berkata jika kijang hanya perlu memanggil namanya.

Jika lintah masih menjawab panggilan tersebut, maka dia tidak jauh tertinggal di belakang kijang. Namun jika sahutan balasan tidak terdengar, maka kijang sudah melesat jauh meninggalkannya.

Akhirnya kedua hewan ini berdiri sejajar. Sesaat kemudian, kijang langsung melesat ke depan dengan cepatnya.

Setelah berlari cukup jauh, kijang merasa yakin sudah meninggalkan lintah di belakangnya. Kijang pun memanggil nama lintah dengan kencangnya.

Namun lintah berhasil menjawab panggilan tersebut. Bahkan suara lintah terdengar jelas di telinga kijang.

Sahutan ini tentu membuat kijang heran. Namun dia tidak berpikir banyak dan kembali mempercepat laju larinya.

Tidak terasa kijang sudah mulai mendekati puncak Gunung Merapi. Kali ini kijang kembali merasa yakin bahwa dia sudah berada jauh di depan meninggalkan lintah.

Kijang pun kembali memanggil nama lintah. Ajaibnya, lintah kembali menanggapi panggilan kijang tersebut dengan jelasnya.

Jawaban ini kembali membuat kijang heran. Dengan sisa tenaga yang ada, kijang pun kembali berlari ke puncak Gunung Merapi.

Begitu sampai di puncak, kijang pun terkapar kelelahan. Dirinya kemudian kembali mencoba memanggil lintah dengan sisa tenaga yang ada.

Tiba-tiba lintah berdiri di hadapan kijang dengan santainya. Bahkan lintah terlihat bugar dan tidak kelihatan kelelahan sedikit pun.

Kijang tentu merasa heran melihat hal itu. Dia pun bertanya mengapa lintah bisa mencapai puncak dengan mudah.

Lintah pun berkata jika selama ini dia menempel di dekat telinga kijang. Tidak hanya bisa mencapai puncak dengan mudah, dia pun dapat menghisap darah kijang di sepanjang perjalanan.

Kijang pun sadar bahwa sifat sombongnya ternyata tidak membuahkan hasil apa-apa. Dia pun mengakui kepintaran lintah dan tidak pernak lagi berperilaku sombong pada hewan lainnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.