Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator Sepatu untuk Pelari Indonesia

Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator Sepatu untuk Pelari Indonesia

sejarah-on-cloud:-berawal-dari-selang-taman-hingga-jadi-inovator-sepatu-untuk-pelari-indonesia
Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator Sepatu untuk Pelari Indonesia
service

Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator Sepatu untuk Pelari Indonesia

27 April 2026 21.14 WIB • 2 menit

Sejarah On Cloud: Berawal dari Selang Taman hingga Jadi Inovator Sepatu untuk Pelari Indonesia


Brand sepatu lari premium asal Swiss, On, kini dikenal luas di dunia sebagai salah satu merek dengan desain paling unik dan teknologi paling inovatif. Ciri khas sol “bolong-bolong” yang dulu sempat dianggap aneh, justru kini menjadi identitas kuat dari brand yang lahir pada tahun 2010 ini.

Dalam sebuah pemaparan, Stefanus Anom menjelaskan bahwa sejak awal On memiliki satu misi besar: “revolutionize the sensation of running.” Filosofi ini menjadi dasar dalam setiap pengembangan produk baru mereka hingga akhirnya On menjadi salah satu inovator terdepan yang produk-produknya dapat dimanfaatkan oleh publik Indonesia, terutama para pelari.

“Kita didirikan tahun 2010. Kita ada satu goal yang memang dari awal founder kita itu udah selalu cetuskan di setiap development… yaitu revolutionize the sensation of running,” ujar Stefanus Anom.

Didirikan Tiga Sosok Visioner

On didirikan oleh tiga tokoh penting asal Swiss, yakni Olivier Bernhard, David Allemann, dan Caspar Coppetti. Olivier Bernhard sendiri merupakan mantan atlet endurance atau olahraga ketahanan. Pengalamannya sebagai atlet membuat ia memahami kebutuhan pelari akan sepatu yang nyaman namun tetap responsif.

Menurut Stefanus Anom, Oliver adalah sosok yang paling berperan dalam menciptakan konsep awal sepatu On.

“Innovation adalah salah satu DNA-nya On sendiri. Karena memang si Pak Oliver tadi tergerak untuk menciptakan On atau prototipe produk pertamanya…” jelas Stefanus.

Inspirasi dari Berjalan di Atas Pasir

Ide besar On lahir dari pengalaman sederhana. Olivier Bernhard sangat menyukai sensasi ketika berjalan atau berlari di atas pasir: lembut saat mendarat, tetapi tetap memberi dorongan saat melangkah kembali.

“Dia suka feel soft landing, terus juga compression, terus propelling ketika ingin menapakkan kakinya lagi itu, dia suka,” kata Stefanus.

Oliver lalu berpikir bagaimana sensasi tersebut bisa diwujudkan dalam sebuah sepatu lari. Inspirasi itu datang secara tidak sengaja ketika ia menginjak selang taman di rumahnya. Sensasi pijakan dari selang tersebut dianggap mirip seperti berjalan di pasir.

“Satu hari dia menginjakkan kaki di selang di tamannya Pak Oliver itu, dan memang dia merasa apa yang dirasakan di pasir itu sama dengan apa yang dirasakan ketika menginjakkan selang,” ungkap Stefanus.

Prototipe Pertama: Selang yang Ditempel di Sol

Dari eksperimen sederhana itu, Oliver memotong selang taman dan menempelkannya di bagian outsole sepatu. Dari sinilah lahir prototipe pertama On.

Stefanus Anom mengungkapkan bahwa desain “bolong-bolong” yang kini ikonik ternyata berasal dari bentuk selang yang dimodifikasi.

“Ini adalah foto dari sepatu pertama, ini ada selang yang dipotong oleh Pak Oliver, lalu ditempelkan ke outsole-nya,” jelas Stefanus.

Teknologi tersebut kemudian terus disempurnakan hingga lahir sistem bantalan khas bernama CloudTec.

CloudTec Jadi Identitas On

CloudTec menjadi inovasi utama On. Struktur sol berbentuk seperti awan memungkinkan pijakan terasa empuk saat mendarat dan responsif saat melakukan tolakan.

“Jadi namanya adalah CloudTec. Karena bentuknya bisa dibilang agak mirip awan sedikit, yang sebenarnya inspirasinya itu dari selang,” kata Stefanus.

Dari teknologi inilah berkembang berbagai lini produk populer seperti On Cloud 5 hingga On Cloud 6 yang kini banyak digunakan pelari maupun sneaker enthusiast.

Perjalanan On membuktikan bahwa inovasi besar bisa lahir dari ide sederhana. Dari sebuah selang taman di Swiss, kini On menjelma menjadi brand global yang mengubah cara dunia merasakan sensasi berlari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.