Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Kongres & Pertemuan Ilmiah PPHI-PGI-PEGI Bahas Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati

Kongres & Pertemuan Ilmiah PPHI-PGI-PEGI Bahas Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati

kongres-&-pertemuan-ilmiah-pphi-pgi-pegi-bahas-tantangan-penyakit-pencernaan-dan-hati
Kongres & Pertemuan Ilmiah PPHI-PGI-PEGI Bahas Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
service

Yogyakarta resmi menjadi tuan rumah Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) gabungan tiga organisasi profesi kedokteran terkemuka di Indonesia, yakni Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI).

Acara yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di The Alana Hotel & Convention Center ini mengusung tema besar ‘Challenges and Innovations in Gastroenterohepatology: From Research to Clinical Practice’. Forum ilmiah ini menjadi momentum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan penyakit pencernaan dan hati di Indonesia.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DI Yogyakarta menyambut positif dan menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah. Ia menyambut baik kehadiran para ahli dan tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia di Bumi Mataram.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong peningkatan status kesehatan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, terutama dalam deteksi dini penyakit hati dan pencernaan,” tegasnya. Dukungan ini sejalan dengan visi Pemprov DIY untuk mewujudkan transformasi di bidang kesehatan.

Dalam sesi kebijakan, Ari Fahrial Syam, Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), menyoroti pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan. Tantangan di bidang gastroenterologi dan hepatologi, kata dia, makin berat. Mulai dari peningkatan kasus Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD), beban kanker kolorektal, hingga upaya eliminasi hepatitis.

“Kongres ini adalah wadah untuk meng-update kompetensi para dokter melalui simposium, forum ilmiah organisasi, dan inagurasi konsultan gastroenterohepatologi baru. Harapannya, Indonesia memiliki lebih banyak tenaga ahli yang kompeten di bidang ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Hal ini juga sejalan dengan upaya PGI dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian yang setingkat dengan standar internasional .

Perspektif penanganan penyakit hati diangkat oleh Andri Sanityoso, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI). Ia menekankan urgensi kolaborasi dalam menuntaskan masalah hepatitis di Indonesia.

Ia menyatakan sesuai data beban penyakit hati kronis di Indonesia masih sangat tinggi. PPHI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan berbasis bukti, mulai dari optimalisasi skrining hepatitis B pada ibu hamil hingga pengenalan teknologi diagnostik baru seperti biomarker PIVKA-II untuk deteksi dini kanker hati.

“Acara ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat eliminasi hepatitis 2030,” jelasnya. PPHI juga terus mendorong strategi nasional dalam mengeliminasi hepatitis .

Sementara itu, Achmad Fauzi, Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), menyoroti sisi inovasi teknologi dan prosedur minimal invasif. Kemajuan teknologi endoskopi dan ablasi, kata dia, membawa angin segar bagi penanganan kanker saluran cerna dan hati.

Ia menatakan, lewat workshop hands-on seperti Live Demonstration Microwave Ablation dan Simulation Based Mastery Learning on Polypectomy, kami membekali para peserta dengan keterampilan teknis terkini.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan angka deteksi dini (Adenoma Detection Rate) dan menurunkan angka kematian akibat kanker kolorektal yang masih tinggi di Indonesia,” katanya. Komitmen ini diperkuat dengan diterimanya IDEN/KGERF Research Grant untuk penelitian skrining kanker kolorektal di Indonesia .

Ketua Panitia Pelaksana KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI Yogyakarta 2026, Putut Bayupurnama, menyatakan konferensi ini dirancang sebagai forum komprehensif yang tidak hanya membahas isu-isu ilmiah terkini. Tapi juga kebijakan kesehatan nasional. Panitia menghadirkan lebih dari 20 sesi ilmiah, termasuk workshop berbasis simulasi mutakhir dan demonstrasi prosedur intervensi langsung.

“Tujuan kami adalah memastikan setiap peserta, baik dokter spesialis maupun umum, pulang dengan pengetahuan terbaru yang dapat diaplikasikan langsung untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien,” ujarnya.

Dalam sesi forum ilmiah menghadirkan deretan pembicara internasional ternama, seperti Shuichiro Shiina dari Jepang, serta Kenichi Ikejima dan Raja Affendi Raja Ali dari Malaysia. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta mengenai praktik terbaik global dan menjembatani kolaborasi riset antar negara, sekaligus mengangkat nama Indonesia di kancah kesehatan internasional.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga berbagai perwakilan organisasi profesi, semakin memperkuat pesan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan gastroenterohepatologi membutuhkan pendekatan holistik. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kebijakan kesehatan yang berpihak pada masyarakat, termasuk penghapusan stigma terhadap pasien hepatitis.

Penyelenggaraan kongres ini merupakan wujud sinergi antara akademisi, klinisi, dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional. KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026 menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi ajang temu ilmiah, tetapi juga gerakan kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan antara temuan riset terkini dengan penerapan praktik klinis di lapangan, khususnya dalam tata laksana penyakit gastroenterohepatologi yang semakin kompleks.

KONAS & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026 ini diselenggarakan bersama oleh Pengurus Gabungan PPHI-PGI-PEGI Cabang Yogyakarta, bekerja sama dengan Departemen/KSM Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada serta RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.