Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) menetapkan Choirul Anwar, mantan direktur Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pakan satwa selama periode 2016-2024. Total perkiraan kerugian negara dalam kasus ini capai Rp10,2 miliar. I Gede Punia Atmaja, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, katakan, dugaan atas tersangka menggunakan anggaran pakan KBS untuk kepentingan pribadi dan hal lain yang tak sesuai peruntukan. “Bahwa CA secara melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan telah menggunakan uang anggaran PD TS KBS guna pengeluaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan,atau fiktif, serta kepentingan pribadi saudara CA,” kata Gede, mengutip CNN Indonesia, Selasa (11/8/26). Atta Verin, pegiat satwa dari Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) menilai, mencuatnya kasus ini mencerminkan ada kesalahan dalam pengelolaan dan manajemen KBS. Seharusnya kasus itu tak terjadi jika monitoring dalam pengadaan pakan berjalan maksimal. “Jika secara kasat mata satwa-satwa mereka tampak baik-baik saja, maka sistem monev mereka yang bermasalah. Sekelas KBS seharusnya lebih baik lagi melakukan monitoring dan evaluasi,” kata Atta. Sebagai pemilik KBS, Pemerintah Kota Surabaya, perlu memperbaiki sistem perekrutan dan pengawasan. Hal itu agar pandangan sebagian masyarakat yang menganggap kebun binatang hanya menjadi tempat eksploitasi satwa tidak terbukti. Satwa watusi koleksi KBS. Foto: Petrus Riski/Mongabay Indonesia. Paham konservasi satwa Tony Sumampau, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), mengatakan, kesejahteraan satwa bukan hanya dari kecukupan pakan juga memastikan kandungan gizi di dalammya. “Karnivora seperti harimau, singa, dan macan tutul, kalau setiap hari diberi daging ayam, karena murah, akibatnya kurang baik karena pakan mereka di…This article was originally published on Mongabay
Korupsi Dana Pakan, Bagaimana Kondisi Satwa di Kebun Binatang Surabaya?
Korupsi Dana Pakan, Bagaimana Kondisi Satwa di Kebun Binatang Surabaya?





Comments are closed.