Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Korupsi Dana Pakan, Bagaimana Kondisi Satwa di Kebun Binatang Surabaya?

Korupsi Dana Pakan, Bagaimana Kondisi Satwa di Kebun Binatang Surabaya?

korupsi-dana-pakan,-bagaimana-kondisi-satwa-di-kebun-binatang-surabaya?
Korupsi Dana Pakan, Bagaimana Kondisi Satwa di Kebun Binatang Surabaya?
service

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) menetapkan Choirul Anwar, mantan direktur Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pakan satwa selama periode 2016-2024. Total perkiraan kerugian negara dalam kasus ini capai Rp10,2 miliar. I Gede Punia Atmaja, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, katakan, dugaan atas tersangka menggunakan anggaran pakan KBS untuk kepentingan pribadi dan hal lain yang tak sesuai peruntukan. “Bahwa CA secara melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan telah menggunakan uang anggaran PD TS KBS guna pengeluaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan,atau fiktif, serta kepentingan pribadi saudara CA,” kata Gede, mengutip CNN Indonesia, Selasa (11/8/26). Atta Verin, pegiat satwa dari Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) menilai, mencuatnya kasus ini mencerminkan ada kesalahan dalam pengelolaan dan manajemen KBS. Seharusnya  kasus itu  tak  terjadi jika monitoring dalam pengadaan pakan berjalan maksimal. “Jika secara kasat mata satwa-satwa mereka tampak baik-baik saja, maka sistem monev mereka yang bermasalah. Sekelas KBS seharusnya lebih baik lagi melakukan monitoring dan evaluasi,” kata  Atta. Sebagai pemilik KBS, Pemerintah Kota  Surabaya,  perlu memperbaiki sistem perekrutan dan pengawasan. Hal itu agar pandangan sebagian masyarakat yang menganggap kebun binatang hanya menjadi tempat eksploitasi satwa tidak terbukti. Satwa watusi koleksi KBS. Foto: Petrus Riski/Mongabay Indonesia. Paham konservasi satwa Tony Sumampau, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), mengatakan,  kesejahteraan satwa bukan hanya dari kecukupan pakan juga memastikan kandungan gizi di dalammya. “Karnivora seperti harimau, singa, dan macan tutul, kalau setiap hari diberi daging ayam, karena murah, akibatnya kurang baik karena pakan mereka di…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.