Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Kita Dilarang Konsumsi Satwa Liar? Ini Alasan Ilmiahnya

Mengapa Kita Dilarang Konsumsi Satwa Liar? Ini Alasan Ilmiahnya

mengapa-kita-dilarang-konsumsi-satwa-liar?-ini-alasan-ilmiahnya
Mengapa Kita Dilarang Konsumsi Satwa Liar? Ini Alasan Ilmiahnya
service

Mengonsumsi satwa liar mungkin dianggap sebagian orang sebagai pengalaman kuliner yang tidak biasa. Namun, di baliknya terdapat ancaman serius bagi kesehatan manusia, kelestarian satwa, dan keseimbangan alam. Seperti sebuah video berjudul “Cara Buat Rendang Monyet” sempat beredar dan menjadi perbincangan di media sosial. Meski pertama kali diunggah pada 29 Oktober 2024, video berdurasi 16 detik itu hingga kini telah mengumpulkan 118 ribu tanda suka dan 13,3 ribu komentar. Karena menampilkan konten yang mengganggu, pembaca yang sensitif disarankan untuk tidak menontonnya. Monyet ekor panjang memang berstatus tidak dilindungi. Namun, mengambil satwa liar dari kawasan hutan tanpa izin tetap dilarang. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan melarang orang mengeluarkan, membawa, dan mengangkut tumbuhan maupun satwa liar yang tidak dilindungi dari kawasan hutan tanpa izin. Ketentuan ini dikecualikan bagi masyarakat adat atau mereka yang secara turun-temurun tinggal di hutan. Masalah lainnya adalah risiko penularan penyakit dari satwa kepada manusia atau zoonosis. Penularan tidak hanya dapat terjadi ketika daging satwa liar dimakan. Manusia bisa terpapar sejak proses memburu, memegang, memotong, mengolah, hingga mengkonsumsinya. Risiko tersebut semakin besar pada primata karena secara biologis kelompok satwa ini sangat dekat dengan manusia. Sejumlah penyakit dan parasit dapat berpindah dari monyet kepada manusia. Seperti Ebola yang berkaitan dengan kebiasaan mengkonsumsi daging satwa liar atau bushmeat. Bakteri Salmonella dan cacar monyet juga perlu diwaspadai. Ketika penyakit dari satwa berhasil menular dan menyebar antarmanusia, dampaknya dapat berkembang lebih luas. Perilaku mengkonsumsi daging atau produk satwa liar bukan hanya menempatkan satu orang dalam bahaya, tetapi juga berpotensi memicu wabah yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.