Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Kripik Wiwik

Kripik Wiwik

kripik-wiwik
Kripik Wiwik
service

Oleh: Dahlan Iskan

Makan siang itu saya batalkan. Dokter ahli jantung Jagaddhito tetap naik kereta cepat ke Beijing.Kripik Wiwik Begitu tiba saya minta berubah arah. Pemred Harian Disway Doan Widhiandono juga saya minta ke tujuan baru. Janet dan suami tetap menjemput ke hotel saya.

Tujuan baru itu: Wisma Indonesia. Di Beijing. Beberapa menit sebelumnya duta besar kita di Tiongkok muncul di WA saya: apakah saya sedang di Beijing.

“Benar,” jawab saya. “Apakah berkenan nanti malam saya undang makan malam?” tanya saya –takut keduluan.

“Ini di Beijing. Saya yang harus jadi tuan rumahnya,” katanya. “Tapi nanti sore saya akan ke Xiamen,” katanya. “Kita makan siang saja. Agak awal,” tambahnya.

Anda sudah tahu nama duta besar kita di Beijing: Djauhari Oratmangun. Ia pemegang rekor: duta besar Indonesia di Tiongkok yang paling lama. Sudah tujuh tahun. Bahkan calon duta besar Indonesia terlama di seluruh dunia.

Saya bilang ”calon” karena rekornya masih dipegang Husin Bagis. Ia duta besar Indonesia di Uni Emirat Arab. Bagis lebih lama dari Djauhari –menang beberapa minggu. Tapi Bagis sudah pensiun. Bulan lalu. Sedang Djauhari masih diperlukan di Beijing.

Kripik Wiwik

Duta Besar RI di Tiongkok Djauhari Oratmangun berbincang dengan Dahlan Iskan yang memangku bayi bule di Wisma Indonesia, Beijing. -HARIAN DISWAY-

Jagaddhito adalah ahli jantung Unair/UGM yang sedang memperdalam ilmu di RS Rizhao, Shangdong. Tiga jam setengah naik kereta cepat ke Beijing. Doan adalah pemred Harian Disway yang terpilih program lima bulan di Tiongkok. Seniman. Pemain teater. Kini lagi studi S-3 di Unair.

Doan, sejak edisi Jumat kemarin menulis pengalamannya menjadi ”wartawan VVIP” yang meliput parade militer 3 September lalu. Baca sendiri tulisan Doan di Disway E-paper. Bersambung. Bagus sekali. Saya pun belum pernah terpilih menjadi wartawan yang bisa meliput VVIP di satu acara terbesar di dunia.

Doan sudah tiba lebih dulu di Wisma Indonesia. Jagaddhito masih harus naik kereta bawah tanah setiba di stasiun Beijing-Nan. Di wisma sudah ada satu wanita muda. Cantik. Bule. Rambut pirang. Suaminyi lagi menggendong bayi mereka.

Kami pun disambut Pak Djauhari. Ia baru saja terbebas dari kerja keras menyambut dan melepas Presiden Prabowo Subianto yang mendadak datang ke Beijing untuk memenuhi undangan parade itu.

Wanita itu ternyata juga wartawan. Asal Rumania. Dia pengantin agak baru dengan bayi baru. Sang suami juga Rumania, wakil wali kota di salah satu kota di sana.

Dahlan Iskan bersama Dubes RI di Tiongko Djauhari Oratmangun, dr Jagaddhito (kiri), Doan Widhiandono (dua dari kanan).-HARIAN DISWAY-

Meski bule dia wartawan CCTV –stasiun TV milik pemerintah pusat Tiongkok. Dia pernah mewawancarai Djauhari. Viral. Pemirsanya sampai 600 juta. “Terbesar dalam sejarah kewartawanan saya,” katanyi. Nama Indonesia ikut terkatrol tinggi.

“Harusnya dia kita angkat jadi duta Indonesia untuk dunia,” seloroh saya kepada Pak Dubes. Utamanya di saat Indonesia perlu memperbaiki citra di mata dunia setelah tercoreng oleh kerusuhan 30 Agustus lalu.

Kami dijamu masakan Indonesia. Pembukanya soto ayam. Lalu sepiring menu dengan lauk di sekeliling nasi: rendang, tempe goreng, seiris ikan, dan sayur brokoli. Rendangnya enak sekali. Nasinya nasi ayam –mirip nasi ayam Hainan. Tapi ini gaya Yunnan. Hampir tidak beda-rasa dengan Nasi Ayam Hainan –hanya ditambah irisan jamur.

Ruang makan itu dihiasi banyak lukisan. Ternyata itu karya istri tuan rumah: Ny Djauhari –Wiwik Oratmangun. Dia seorang pelukis sejak umur 55 tahun. Bulan lalu pameran di Bali –bersama beberapa pelukis mancanegara. November nanti dia pameran di Fukuoka bersama pelukis Jepang.

“Apakah lukisan yang dipamerkan di Bali langsung diangkut ke Fukuoka?” tanya saya.

“Yang di Bali sudah habis. Laku semua,” ujar Wiwik Oratmangun.

Dia putri Wonosobo, Jateng. Orang pegunungan. Djauhari orang Saumlaki –orang laut Maluku Tenggara. Mereka ibarat asam di gunung garam di laut bertemu di pelaminan. Di Yogyakarta. Saat Djauhari kuliah ekonomi di UGM.

Setelah menjabat dirjen di Kemenlu, Djauhari mendapat tugas jadi duta besar di Rusia. Saat mengakhiri tugas di Moskow, Djauhari ingin tahu Tiongkok. Bersama istri ia putuskan naik kereta trans-Siberia. Dari Moskow ke Beijing. Di musim puncak salju. Februari.

Perjalanan itu memakan waktu enam hari. Hanya salju di kanan kiri. Berhenti di 36 stasiun. Termasuk ketika kereta harus ganti roda –18 gerbong ganti roda semua. Perbedaan lebar rel Rusia dan Tiongkok menyebabkan jarak kanan-kiri roda harus sedikit didekatkan. Ukuran rel di Rusia sama dengan Eropa: lebih lebar.

Kami pun ingin pamit. Pak Dubes sudah harus siap-siap ke bandara.

“Minum kopi dulu. Masih ada sedikit waktu,” katanya.


Dahlan Iskan berbincang dengan Dubes RI di Tiongkok dan wartawati asal Rumania.-HARIAN DISWAY-

Saya juga masih harus bertanya beberapa hal. Soal meningkatkan penjualan durian Indonesia di pasar Tiongkok. Soal ekspor sarang burung kita yang kembali terganggu: delapan eksporter kita curang lagi. Untung yang di-black list hanya delapan eksporter yang di sarang burungnya ditemukan bahan kimia berbahaya.

Begitu sulit meyakinkan Tiongkok agar memaafkan masa lalu sarang burung Indonesia. Begitu berhasil ternoda lagi.

“Apakah ekspor porang juga kembali ternoda?”

“Tidak. Masih baik-baik saja,” katanya.

Memang nilai ekspor sarang burung tidak dominan lagi. Ekspor kita yang lain-lain jauh menyalip sarang burung. Ekspor air kelapa, santan kelapa, Indomie, kerupuk udang ,dan barang olahan lain kian besar.

“Saya juga bisa beli keripik singkong di sini,” ujar Jagaddhito. “Lewat aplikasi Tao Bao,” tambahnya. “Lebih murah lagi kalau lewat Ping Duo-duo,” katanya.

“Benar. Itu laris sekali,” sahut Janet sambil membuka aplikasi keripik singkong.

“Apakah di situ tertulis sebagai produk Indonesia?”.

“Iya. Produk Indonesia,” ujar Janet.

Kami ngobrol sambil minum kopi Gayo. Atau kopi Toraja?

Wiwik Oratmangun meraih mikrofon. Dia menyanyikan lagu Mandarin wo ti xin –suaranyi merdu sekali. Dia pelukis dan penyanyi.

Doan menyambungnya dengan lagu rock’n roll. Itu lagu senam-dansa saya. Tidak terasa saya pun bergoyang –sambil menggendong bocah cilik bule. Saya ingat nasihat Rhoma: Joget sedikit boleh saja…. (DAHLAN ISKAN)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.