Wed,20 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kronologi Konflik Netizen Korsel Vs ASEAN, Berujung Tudingan Rasis

Kronologi Konflik Netizen Korsel Vs ASEAN, Berujung Tudingan Rasis

kronologi-konflik-netizen-korsel-vs-asean,-berujung-tudingan-rasis
Kronologi Konflik Netizen Korsel Vs ASEAN, Berujung Tudingan Rasis
service

Jakarta

Media sosial X, yang sebelumnya disebut Twitter, sedang diramaikan dengan perdebatan online antara netizen Korea Selatan dan Asia Tenggara, terutama Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Bukan tanpa alasan, masalah ini disebabkan dari beberapa orang Korea yang melanggar aturan konser di Malaysia. Hal itu diperdebatkan di media sosial hingga berujung pada tuduhan rasial, Bunda.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, konflik ini bermula dari konser DAY6 yang digelar 31 Januari 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Seorang fansite master asal Korea Selatan nekat membawa peralatan kamera profesional dengan lensa panjang ke area konser.

Padahal, hal itu sudah menjadi larangan konser di banyak negara. Tindakan itu juga merupakan pelanggaran berat terhadap aturan penyelenggara yang melarang penggunaan kamera profesional demi kenyamanan penonton dan hak cipta.

Ketegangan kemudian meningkat setelah penonton lokal Malaysia merekam aksi pelanggaran tersebut dan menyebarkannya di media sosial X hingga menjadi viral.

Meskipun oknum fansite tersebut dilaporkan telah meminta maaf, situasi justru berbalik menjadi panas ketika sekelompok penggemar asal Korea Selatan lainnya tidak terima dengan larangan tersebut.

Oknum-oknum itu mulai menunjukkan sikap bermusuhan terhadap Malaysia, salah satunya bahkan menyinggung bahwa idol K-Pop hanya boleh dinikmati orang-orang Korea Selatan.

Interaksi di media sosial X kemudian berubah menjadi ajang penghinaan rasial yang sangat kasar. Sebagian netizen Korea melontarkan ejekan merendahkan fitur fisik, bahasa, hingga kondisi ekonomi masyarakat Asia Tenggara.

Mereka secara agresif menuntut agar budaya ‘fan-idol’ mereka dihormati, meskipun hal tersebut jelas-jelas melanggar aturan resmi yang berlaku di negara tempat konser diadakan.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.