Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kumpulan 3 Materi Khutbah Idul Adha yang Penuh Arti

Kumpulan 3 Materi Khutbah Idul Adha yang Penuh Arti

kumpulan-3-materi-khutbah-idul-adha-yang-penuh-arti
Kumpulan 3 Materi Khutbah Idul Adha yang Penuh Arti
service

Kumpulan 3 materi khutbah Idul Adha dari arina.id ini dikumpulkan dari materi khutbah yang telah terpublikasi di arina pada tahun-tahun lalu. Dengan kumpulan materi khutbah ini, semoga bisa mempermudah para khatib dalam mencari referensi materi khutbahnya.

Untuk memperkuat keimanan para jamaah dan menanamkan keikhlasan dalam berkurban serta memahami makna kesetaraan haji, maka berikut ini kumpulan 3 materi khutbah Idul Adha yang bisa digunakan.

Khutbah Idul Adha: Mempertahankan Keabsahan Qurban

Khutbah I

الله اكبر, الله اكبر, الله اكبرالله اكبر, الله اكبر, الله اكبرالله اكبر, الله اكبر, الله اكبر
اللهُ اكبرُ كُلَّمَا اَحْرَمُوْا مِنْ الْمِيْقَاتِ, وكُلَّمَا لَبَّ الْمُلَبُّوْنَ وَزِيْدَ فِي الحَسَنَاتِ, وَكُلَّمَا دَخَلُوْا فِجَاجَ مَكَّةَ وَتِلْكَ الرَّحَبَاتِ, وكُلَّمَا طَافُوْا بِالبَيْتِ العَتِيْقِ وَضَجَّتْ الأَصْوَاتُ بِالدَعَوَاتِ, وَكُلَّمَا سَعَوْا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَتِلْكَ الْمَشَاعِرُ الْمُفَضَّلَاتُ, وَكُلَّمَا وَقَفُوْا خَاضِعِيْنَ بِعَرَفَاتٍ, وِكُلَّمَا بَاتُوْا بِالْمُزْدَلِفَةِ وَاَفَاضُوْا اِلَى مِنَي وَرَمَوْا تِلَكَ الجَمَرَاتِ.
اللهُ اكبرُ الحمدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ آدَمَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالفَخَّارِ, وأَخْطَاهُ بِجِوَارِهِ وأَسْجَدَ لَهُ مَلَائِكَتَهُ الْمُقَرَّبِيْنَ الاَطْهَارَ, فَسَجَدُوْا اِلَّا اِبْلِيْسَ أَبَى فَبَاءَ باِللَّعْنَةِ والصِّغَارِ, وَمَسَحَ ظَهْرَ آدَمَ فَاسْتَخْرَجَ ذُرِّيَّتَهُ كَالذُّرِّ فَنَفَذَ فِيْهِمْ الاَقْدَارُ, فَقَبَضَ قَبْضَةً فَقَالَ هَؤُلَاء ِالىَ الجَنَّةِ وَلَا أُبَالِي وَقَبَضَ أُخْرَى فَقَالَ هَؤُلَاءِ الَى النَّارِ, لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ بَلْ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ, اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ.
وَاَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَوْحِيْدًا بِهِ لِرِبِّنَا كَمَا شَهِدَ بِهِ لِنَفْسِهِ فقَالَ إِنَّنِي أَنَا اللهُ لَا اِلهَ اِلَّا أَنَا. وأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا ومَوْلَانَا محمدًا عبدُهُ ورسوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَنَحَرَ, وحَجَّ واعْتَمَرَ, ووَقَفَ بِعَرَفَةَ وَالْمَشْعَرِ, نَبِيٌّ مَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ عَلَى اَجْمَلَ مِنْهَ وَجْهًا وَلَا اَنْوَار, ولَا اَرْفَعَ قَدْرًا مِنْهُ ولَا اَكْبَرَ, نَبِيٌّ خُصَّ بِبِعْثَتِهِ اِلَى الاَسْوَدِ والاَحْمَرِ, نَبِيٌّ خَصَّهُ اللهُ تَعَالَى بالشَّفَاعَةِ العُظْمَى يَوْمَ الفَزَعِ الاَكْبَرِ, نَبِيٌّ غَفَرَ اللهُ تَعَالَى مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ.  اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ على سَيِّدِنَا ومَوْلَانَا محمدٍ وعَلَى آلِهِ واَصْحَابِهِ الَّذِيْنِ اَذْهَبَ اللهُ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهَّرَ.
امَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوْا اللهَ تعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ ولَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jemaah shalat Idul Adha Rahimakumullah

Ketahuilah bahwa hari ini adalah hari yang mulia dan penuh dengan kemenangan yang Allah sebut dengan hari haji yang agung, dengan dikumpulkannya para jemaah haji di Mina untuk menyempurnakan seluruh prosesi ibadah haji dan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan untuk melestarikan tradisi Nabi Ibrahim dengan menyembelih hewan kurban untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan untuk menyembelih putranya yang bernama Ismail  dan beliau segera untuk melakukannya dan melaksanakan perintah itu dengan penuh ketaatan.

Nabi Ibrahim berkata sebagaimana diterangkan dalam Surat al-Shaffat ayat 102 sampai 105 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ
 قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ 
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ 
وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ 

102. Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
103. Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah),
104. Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim,
105. Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Kemudian digantikan dengan kambing dari surga sebagai penebusan atas Nabi Ismail yang tidak jadi dikurbankan, maka marilah kita semua berfikir untuk mengambil pelajaran atas kisah ini sebagai makhluk Allah yang dikaruniai akal dan fikiran.

Jemaah shalat Idul Adha Rahimakumullah

Orang macam apa yang ketika diperintah untuk menyembelih anaknya dia bergegas untuk melaksanakannya, dan orang macam apa yang diperintah untuk menyembelih kambing sedangkan dia lebih memenangkan kecintaanya dengan uang?

Oleh karena itu berkurban dihukumi sunnah muakkad yakni kesunnahan yang sangat dikukuhkan dalam ranah perseorangan, dan sunnah kifayah dalam ranah satu keluarga jika belum ada yang melakukannya dalam satu keluarga tersebut, meskipun jika sudah ada yang melakukannya hukumnya tetap menjadi sunnah muakkad sebagaimana yang masyhur dalam kajian fiqih Islam.

Banyak sekali hadits yang menerangkan tentang keutamaan berkurban sebagaimana riwayat Ibnu Abbas sebagai berikut:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا، وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari penyembelihan (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain daripada mengucurkan darah (hewan kurban) karena sesungguhnya, ia (hewan kurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi. Maka, bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban!” (HR. At-Tirmidzi).

Jemaah shalat Idul Adha Rahimakumullah

Untuk itu ketahuilah tentang bagaimana syaratnya bisa sah menjadi ibadah qurban, di antaranya adalah ketentuan satu kambing untuk qurban satu orang dan satu sapi untuk kurban tujuh orang meskipun dalam segi pahala bisa diberikan dan disertakan dengan orang yang banyak. Di antaranya juga tentang ketentuan qurban yang awalnya sunnah menjadi wajib sebab disertakan dalam nadzar, seperti ucapan seseorang “demi Allah ketika aku menjadi petugas haji di tahun 2025 maka aku aka berkurban kambing 1”, maka ketika hal yang didambakan tersebut terkabulkan dia wajib untuk berkurban kambing ditahun itu juga, dan tentunya dia tidak boleh sama sekali untuk mencicipi daging hewan yang dia jadikan qurban wajib.

Di antaranya juga larangan menjadikan bagian dari tubuh hewan kurban sebagai upah bagi juru sembelih meskipun boleh bagi panitia kurban atau orang yang berkurban memberi sedikit daging kepada juru sembelih tersebut, dan tidak boleh menjual bagian dari tubuh hewan kurban sebelum diberikan kepada orang yang berhak menerima, adapun yang menerimanya kemudian dia jual hukumnya diperbolehkan sebab daging itu sudah menjadi milik orang yang berhak menerimanya tersebut.

Jemaah shalat Idul Adha Rahimakumullah

Hal yang penting untuk dilakukan selain berqurban dalam momentum Hari Raya Idul Adha ini adalah membaca takbir setelah selesai melaksanakan shalat 5 waktu pada hari ini hingga waktu ashar tanggal 13 Dzulhijjah ke depan, sebab kesunnahan ini termasuk salah satu tindakan yang dianjurkan oleh Nabi yakni termasuk dalam kategori menghiasi hari raya dengan lantunan bacaan takbir.

Semoga kita bisa melaksanakan serangkaian ibadah yang ada dalam momentum idul adhah khususya ibadah haji di Baitullah dan berkurban disana serta hati dan lisan di momentum idul Adha ini selalu terhentak untuk mengucapkan dzikir kepada Allah baik dengan bacaan takbir atau bahkan talbiyah. Aamiin Ya Rabbal Alamin

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ 
بارك الله لي ولكم في القرأن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته أنه هو الغفور الرحيم.
اقول قولي هذا فاستغفروا الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فيا فوز المستغفرين ويا نجاة التائبين

Khutbah II

الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر
الحمدُ للهِ حمدًا كما اَمَرَ, وأشهد ان لا اله الا الله وَحْدَهُ لا شريك له اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وأشهد أنَّ سَيِّدَنَا محمدًا عبدُهُ ورسولُهُ سَيِّدُ الاِنْسِ والبَشَرِ, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, اللهم صلِّ وسلِّمْ على سَيِّدِنَا محمدٍ وعلى آله واصحابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ واُذُنٌ بِخَبَرٍ.
فيا ايُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ سبحانه وتعالى وذَرُوْا الفَوَاخِشَ ما ظَهَرَ مِنْهَا ومَا بَطَنَ, وحَافِظُوْا على الطًّاعَاتِ وحُضُوْرِ هذِهِ الصَّلَاةِ صَلَاةِ العِيْدِ وسَائِرِ الصَّلَوَاتِ بالجَمَاعَةِ, واعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ سبحانه وتعالى اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بقُدْسِهِ, فقال تعالى ولَمْ يَزَلْ قَائِلًا عليمًا
ان الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم وَارْضَ عَنْ جمِيْعِ اَصْحَابِ الرَّسُوْلِ صلى الله عليه وسلم سِيَمَا الخُلَفَاءِ الرَاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالحَقِّ وكَانُوا بِهِ يَعْدِلُوْنَ, اَبِيْ بكرٍ وعمرَ وعثمانَ وعلي وعن السِّتَّةِ الْمُتَّمِّمِيْنِ لِعَشْرَةِ الكِرَامِ وعَنْ سَائِرِ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اجْمَعِيْنَ وعَنْ التَّابِعِيْنَ وتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ الى يَوْمِ الدِّيْنِ وارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ برَحْمَتِكَ يا ارحَمَ الرَّحِمِيْنَ.
اللهم لا تجعل لأحدٍ منهم في عُنُقِنَا ظُلَامَهْ, ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ اَهْوَالِ يَوْمِ القِيَامَةِ, اللَّهُمَّ اَعِزِّ الاسلامَ والمسلِمِيْن واَهْلِكِ الكَفَرَةَ والْمُشْركِيْنَ واَعْلِ كَلِمَاتِكَ الى يَوْمِ الدِّيْنَ, اللهم آمِنَّا في دُوْرِنَا واَصْلِحْ وُلَاةَ اُمُوْرِنَا, واجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ واتَّقَاكَ واتَّبَعَ رِضَاكَ, اللهم اجْعَلْ بِلَادَنَا هذِهِ بِلَادًا ظَهَرَتْ شَعَائِرَ الاسْلَامِ وظَهَرَتْ يَا اِلَهَنَا يا الله مَظَاهِرَ الاسْلَام,ِ وساَرَتْ في بِلَادِنَا هذِهِ تَعَالِيْمُ الاسلام, اجعَلْنَا ثَابِتِيْنَ على مَا كَانَ عليه السَّلَفُ الصَّالِحُ مِنْ العَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ والاَعْمَالِ الَّتِيْ تَوَافَقَ مَا كَان َعَلَيْهِ تعَالِيْمُ نَبِيِّنَا محمدٍ, اجْعَلْنَا في هذِهِ الطَّرِيْقَةِ وَفِيْ هَذِهِ الْمَسْلَكَةِ حَتَّى نَلْقَاكَ وَاَنْتَ رَاضٍ عَنَّا يا ربَّ العلمِيْنَ. 
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ العَطِيَّاتِ اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ 

Khutbah Idul Adha:  Pelajaran Ikhlas dan Takwa di Hari Raya Idul Adha

Khutbah I

ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ، وَٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ ٱلْـحَـمْدُ

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ  وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

ٱلْـحَـمْـدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي فَرَضَ ٱلْأُضْحِيَةَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ، وَجَعَلَهَا شِعَارًا لِلتَّقْوَى وَٱلْإِخْلَاصِ فِي قُلُوبِ ٱلْمُتَّقِينَ. نَـحْـمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ ٱللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْعُقُوْلِ السَّلِيْمَةِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ ٱلْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى ٱللّٰهِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ ٱللّٰهِ لِلْأَوَّلِينَ وَٱلْآخِرِينَ، قَالَ ٱللّٰهُ تَعَالَى  فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَاِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللّٰهَۗ وَقَالَ أَيْضًا وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

Ma’asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimahumullah

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT dengan mengucapkan, “Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn”, atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga, serta atas kesempatan mulia yang diberikan kepada kita untuk kembali bertemu dengan momen agung, Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umat yang istiqamah berjalan di atas sunah beliau. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafa’at dari beliau di hari akhir. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib mengajak, terutama kepada diri pribadi dan juga kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga dengan ketakwaan itu, Allah mempertemukan kita kelak di surga-Nya dalam keadaan penuh kebahagiaan. Āmīn.

Ma’asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimahumullah

Ibadah kurban yang kita kenal saat ini sejatinya merupakan syariat yang telah Allah perintahkan sejak zaman dahulu, bahkan sejak masa Nabi Adam AS. Syariat kurban pertama kali dilakukan oleh dua putra beliau, yaitu Hābil dan Qābil.

Allah SWT mengabadikan peristiwa ini dalam Al-Qur’an, surah Al-Māidah ayat 27. Dalam ayat tersebut, Allah berfirman dan mengisahkan peristiwa kurban pertama dalam sejarah umat manusia:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ  

Artinya: ”Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān menjelaskan bahwa latar belakang kisah kurban antara Hābil dan Qābil bermula dari penolakan Qābil terhadap aturan yang ditetapkan oleh Nabi Adam AS terkait pernikahan.

Diceritakan bahwa Qābil memiliki saudari kembar bernama Iqlīma, yang berparas cantik. Sementara Hābil memiliki saudari kembar bernama Labūdā, yang juga cantik, namun tidak secantik Iqlīma.

Allah memberikan wahyu kepada Nabi Ādam agar tidak menikahkan anak-anaknya dengan saudara kembar mereka sendiri. Artinya, Qābil tidak boleh menikah dengan Iqlīma karena mereka lahir dari satu kandungan, begitu pula Hābil tidak boleh menikahi Labūdā.

Berdasarkan perintah ini, Nabi Ādam memutuskan untuk menikahkan Hābil dengan Iqlīma dan Qābil dengan Labūdā. Namun Qābil menolak keputusan ini karena merasa lebih berhak terhadap Iqlīma, mengingat ia adalah saudara kembarnya dan Iqlīma lebih cantik daripada Labūdā. Qābil pun berkata kepada ayahnya dengan nada keberatan dan tidak menerima keputusan tersebut.

Penolakan inilah yang kemudian mendorong Nabi Ādam memerintahkan kedua anaknya untuk mempersembahkan kurban. Barang siapa kurbannya diterima oleh Allah, dialah yang berhak atas Iqlīma.

Akhirnya, Hābil dan Qābil pun mempersembahkan kurban. Hābil, yang berprofesi sebagai penggembala kambing, berkurban dengan memilih kambing terbaik miliknya. Sementara Qābil, yang berprofesi sebagai petani, mempersembahkan hasil panen gandum yang berkualitas buruk.

Imam Fakhruddin ar-Rāzī dalam Tafsīr Mafātīḥ al-Ghayb mengisahkan kelanjutan peristiwa tersebut:

فَنَزَلَتْ نَارٌ مِنَ السَّمَاءِ فَاحْتَمَلَتْ قُرْبَانَ هَابِيلَ وَلَمْ تَحْمِلْ قُرْبَانَ قَابِيلَ، فَعَلِمَ قَابِيلُ أَنَّ اللَّه تَعَالَى قَبِلَ قُرْبَانَ أَخِيهِ وَلَمْ يَقْبَلْ قُرْبَانَهُ، فَحَسَدَهُ وَقَصَدَ قَتْلَهُ

Artinya: “Maka turunlah api dari langit dan membakar kurban Hābil, sedangkan kurban Qābil tidak tersentuh api. Maka Qābil pun tahu bahwa Allah Ta‘ālā telah menerima kurban saudaranya dan tidak menerima kurbannya. Ia pun merasa iri dan berniat untuk membunuh saudaranya.

Ma’asyiral Muslimin jamaah sholat Idul Adha rahimahumullah

Kisah Hābil dan Qābil ini menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kita hari ini, terlebih dalam momen mulia Idul Adha.

Dari Hābil, kita belajar arti keikhlasan dan ketakwaan dalam beribadah. Ia mempersembahkan kurban dengan hati yang tulus dan memilih hewan terbaik, bukan karena ingin dipuji, tapi karena ingin rida Allah. Dan ternyata, itulah yang Allah terima, amal yang lahir dari keikhlasan.

Sementara dari Qābil, kita melihat bahaya kedengkian, ego, dan hati yang tidak tunduk pada perintah Allah. Ketika ibadah dilakukan asal-asalan, tidak ikhlas, lalu ditolak oleh Allah, Qābil justru menyalahkan orang lain dan berakhir pada dosa besar: membunuh saudaranya sendiri. Na’ūdzu billāh.

Maka dari itu, khutbah ini ingin mengajak kita semua, marilah kita belajar menjadi seperti Hābil, mempersembahkan yang terbaik untuk Allah, bukan hanya dalam kurban hewan, tetapi juga dalam setiap amal dan ibadah kita. 

Semoga dengan ibadah kurban yang kita lakukan tahun ini, Allah menanamkan sifat ikhlas, tawadhu’, dan takwa dalam diri kita semua. Dan semoga kurban kita diterima seperti kurban Hābil, menjadi pemberat amal di hari kiamat nanti.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِآيآتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

Khutbah II

ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ، وَٱللّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ ٱلْـحَـمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرْ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ, إِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَاتِ وَخُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلآئِكَةِ قُدْسِهِ, فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفآءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلآءَ وَالْوَبآءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا والزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلْدَتِنَا هَذِهِ خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ, إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِىْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبُ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَعَزُّ وَأَجَلُّ وَأَكْبَرُ

Khutbah Idul Adha: Memaknai Kesetaraan dalam Ibadah Haji

Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِ لَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ: يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور

Jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah

Mari kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah dengan menjalani perintahNya dan meninggalkan semua laranganNya. Iman dan Takwa kepada Allah bukan sekedar formalitas belaka, akan tetapi iman dan takwa yang benar-benar membuat hati bergetar tatkala mengingat Allah.

Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kaum mukmin itu adalah mereka yang ketika mengingat Allah (zikir), hati mereka tergetar dan ketika ayat-ayat Allah dibacakan, iman mereka semakin meningkat dan mereka bertawakal kepada Allah.” (QS. Al-Anfal: 2) 

Makna zikir dalam ayat ini mencakup semua ucapan, tindak-tanduk yang mengingatkan seseorang kepada Allah dan hatinya tergetar. Oleh karena itu, marilah kita bersyukur dengan ucapan Alhamdulillah atas anugrah, taufik, dan hidayah, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah pada Hari Raya Idul Adha ini dalam keadaan sehat, segar bugar dan penuh ketulusan hati.

Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah

Perlu kita ketahui bersama bahwa lantunan gema takbir “Allahu Akbar” yang kita kumandangkan di Hari Raya Idul Adha ini, sejatinya merupakan pengakuan atas kebesaran  dan keagungan Allah. Sedangkan bacaan tasbih “Subhanallah” adalah untuk menanamkan kesadaran kita bersama, bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna, Maha Suci dan terhindar dari segala hal yang tidak pantas bagi-Nya.

Lalu kalimat tahlil “La ilaha illallah” yang kita ucapkan, bertujuan untuk memperkokoh dan memperteguh keimanan kepada Allah Dzat yang Maha Esa. Sementara kalimat tahmid “wa lillahil hamdu” yang kita lafazkan, adalah ungkapan rasa syukur dan pujian kepada Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita, tanpa pilih kasih.

Pada hari ini, 10 Dzulhijjah, kita semua diingatkan akan dua peristiwa besar yang bersumber dari syari’at Nabi Ibrahim yang kemudian dikukuhkan menjadi syari’at Nabi Muhammad, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban. Ibadah ini adalah gambaran perjuangan lahir batin dalam menegakkan agama Allah di muka bumi.

Saat ini jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia sedang berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sekalipun mereka beraneka ragam suku, bangsa, bahasa, dan warna kulit, namun mereka berbaur, berpadu, dan menyatu dalam menjalankan syariat Allah swt. Mereka serentak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Allah yakni menunaikan ibadah haji dengan mengucapkan:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Kalimat ini oleh para ulama disebut dengan kalimat Talbiyah. Sebuah kalimat yang diperuntukkan bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji. Sebuah kalimat ikrar bahwa Allah Dzat Maha Esa yang menguasai segala penjuru alam hanya Allah swt. Pernyataan kesediaan memenuhi panggilan ini juga menunjukkan betapa kuatnya dimensi ruhaniyah umat Islam kepada Allah.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Kerabat, saudara, kolega kita, yang saat ini menunaikan ibadah haji, semuanya menanggalkan atribut status sosialnya masing-masing. Mereka semua membaur menjadi satu, memakai pakaian serba putih, sehingga sulit dibedakan mana yang pejabat dan mana yang bukan, mana yang konglomerat mana yang bukan, mana yang petani, mana yang pedagang dan seterusnya.

Ini semua menunjukkan, bahwa agama Islam mengajarkan egalitarianisme yakni manusia di hadapan Allah adalah setara, sama, hanya ketakwaan yang menentukan derajat kemuliaannya.

Ketika menggunakan pakaian ihram, maka otomatis para jamaah haji dilarang menggunakan wewangian, merias tampilan luar dengan atribut yang dilarang. Itu sebenarnya mengingatkan kepada kita bahwa yang dinilai Allah adalah hiasan ruhani atau tampilan batiniahnya, amalan-amalan baik dan akhlakul karimahnya. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi Muhammad:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada fisik dan rupa kalian, akan tetapi Allah memandang hati dan amal perbuatan kalian” (HR. Muslim)

Dalam penjelasan sebagian kitab disebutkan bahwa maksud dari hadits ini adalah Allah tidak akan membalas amal perbuatan seorang hamba berdasarkan ketampanan, kecantikan, keindahan jasmani, kekayaannya, akan tetapi Allah membalas amal perbuatan berdasarkan ketakwaannya, keyakinannya kepada Allah, keikhlasan, kejujuran dan ketawadhuannya.

Jamaah Idul Adha yang berbahagia

Berpijak dari hadits ini, Allah tidak memandang hamba-Nya berdasarkan dari tampilan lahiriah, maka sudah seharusnya kita memaksimalkan amaliah batin dengan bersedekah, dan amal kebaikan lainnya, sehingga kita kelak termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat-Nya.

Ibadah haji mengajarkan kepada kita akan makna kesetaraan di hadapan Allah. Maka dari itu, di Hari Idul Adha ini, hari berkumpulnya para jamaah haji, hari tercurahnya kasih sayang, marilah kita membagikan rezeki berupa daging kurban kepada mereka yang kurang mampu. Jangan sampai kita melukai perasaan orang lain. Karena sejatinya kita semua setara di hadapan Allah. Mari kita bantu mereka yang membutuhkan pertolongan dengan tulus tanpa pamrih. 

Semoga Allah menjadikan kita, keluarga dan keturunan kita, sebagai generasi yang shaleh-shalehah, yang dikaruniai kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Amin ya rabbal alamin.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَياَتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ:  فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ تَكُوْنُوْا عِنْدَهُ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَ الْفَائِزِيْنَ. وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلىَ خَاتَمِ النَّبِيّيْنَ وَإِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ ، فَقَدْ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ الرَّبُّ الْكَرِيْمُ فَقَالَ سُبْحَانَهُ قَوْلاً كَرِيْمًا: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا .وَاْعلَمُوْا يَا إِخْوَانِي رَحِمَكُمُ اللهَ أَنَّ يَوْمَكُمْ  هَذَا يَوْمُ اْلعِيْدِ وَيَوْمُ اْلفَرَحِ وَالسُّرُوْرِ، فَاشْكُرُوا اللهَ تَعَالَى بِالتَّكْبِيْرِ وَالتَّهْلِيْلِ إِنَّهُ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ،وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 
 
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.