Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Kunjungan luar negeri Prabowo: Kritik dan manfaat strategis

Kunjungan luar negeri Prabowo: Kritik dan manfaat strategis

kunjungan-luar-negeri-prabowo:-kritik-dan-manfaat-strategis
Kunjungan luar negeri Prabowo: Kritik dan manfaat strategis
service

Seskab adalah sumber paling dekat untuk menjelaskan manajemen keputusan Presiden

Jakarta (ANTARA) – Kritik mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto adalah hal wajar dalam iklim demokrasi.

Dalam kritiknya, Dino menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya terlalu tinggi dan dianggap belum ada presedennya di awal pemerintahan.

Ia juga mempertanyakan apakah seluruh agenda yang dihadiri Presiden harus dilakukan langsung oleh kepala negara karena sebagian dapat didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri, Duta Besar, atau pejabat lainnya sehingga waktu Presiden dapat lebih banyak digunakan untuk urusan domestik.

Ada beberapa hal yang perlu ditanggapi terkait kritik tersebut.

Pertama, kritik ini menjadi kurang lengkap bila hanya berhenti pada hitungan jumlah kunjungan. Kritik yang lebih relevan adalah menilai output strategis dari setiap lawatan.

Melalui kunjungan luar negeri, Presiden hadir langsung untuk membuka akses, membangun kepercayaan, mengunci komitmen, serta menaikkan posisi tawar Indonesia di mata asing.

Dalam era multipolar, Indonesia berhadapan dengan AS, China, Rusia, Uni Eropa, Timur Tengah, India, dan BRICS. Kehadiran langsung Presiden sebagai chief diplomat dan chief negotiator bukan sekadar simbol, melainkan instrumen untuk membuka akses energi, investasi, pasar ekspor, pertahanan, dan pangan.

Diplomasi tingkat kepala negara—summit diplomacy—memiliki bobot politik tertinggi. Investor dan pemimpin dunia lebih percaya pada komitmen yang disampaikan langsung oleh Presiden, bukan sekadar pejabat teknis.

Jadi, kunjungan luar negeri Presiden Prabowo bukan penyimpangan, melainkan bagian dari mandat konstitusional diplomasi negara.

Dalam hubungan luar negeri, ada yang disebut summit diplomacy. Artinya, Presiden datang langsung bertemu pemimpin negara lain karena ada hal yang tidak cukup diselesaikan oleh surat, video call, atau level duta besar, atau menteri. Dalam politik dunia, “wajah Presiden” jelas menjadi jaminan politik tertinggi. Investor, raja, perdana menteri, dan presiden negara lain lebih percaya bila komitmen disampaikan langsung oleh Presiden.

Kedua, Presiden Prabowo tampaknya sedang melakukan hedging: tidak mau masuk blok AS, tidak juga menjadi satelit China, tidak memusuhi Rusia pula, bahkan tetap dekat dengan Jepang-Korea, memperluas pasar ke Kanada-Eropa, dan memperkuat ASEAN serta dunia Islam dan Timur Tengah. Ini sejalan dengan doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Prabowo bukan hanya memainkan politik di antara dua karang, tapi berselancar di antara banyak karang dan gelombang. Tujuannya, jelas untuk kepentingan nasional Indonesia. Istilah sederhananya, jangan cuma menaruh telur-telur itu di dalam satu keranjang, tapi taruhlah di banyak keranjang. Sehingga aman dalam situasi apapun, Indonesia aman di tengah ketakpastian global.

Aktif menjalin bilateral tingkat kepala negara, karena Prabowo mau memastikan Indonesia tidak hanya menjadi objek rivalitas kekuatan besar, tetapi juga menjadi subjek penentu keseimbangan kawasan.

Ketiga, efektif dan efisien. Data konkret menunjukkan manfaat nyata. Kunjungan Presiden Prabowo selama ini menghasilkan capaian seperti BRICS, CEPA Uni Eropa, investasi, alat utama sistem senjata (alutsista), masalah haji, Palestina, dan pembebasan WNI.

Sisi ekonomi

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.