Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Lima Bulan Menanti, UMKM Korban Banjir Aceh Tamiang Belum Terima Bantuan

Lima Bulan Menanti, UMKM Korban Banjir Aceh Tamiang Belum Terima Bantuan

lima-bulan-menanti,-umkm-korban-banjir-aceh-tamiang-belum-terima-bantuan
Lima Bulan Menanti, UMKM Korban Banjir Aceh Tamiang Belum Terima Bantuan
service

Aceh Tamiang, NU Online

Rais Syuriyah PCNU Aceh Tamiang Tgk Mustofa Abdussalamsyah mendesak pemerintah segera merealisasikan bantuan stimulan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir 2025.

Desakan itu disampaikan menyusul banyaknya pelaku UMKM yang hingga kini belum mampu bangkit setelah usaha mereka rusak parah akibat banjir. Sebagian bahkan terpaksa menutup usaha karena kehilangan modal, peralatan, dan sumber pendapatan utama keluarga.

Salah satu korban adalah Fitriana, pemilik usaha fotokopi di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang. Usaha yang sebelumnya menjadi sumber nafkah keluarga itu hancur setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut. Empat unit mesin fotokopi miliknya rusak total dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp120 juta.

Selain mesin fotokopi, Fitriana juga kehilangan komputer, laptop, dan berbagai stok barang dagangan. Kondisi itu membuat usaha yang sebelumnya mempekerjakan lima orang terpaksa berhenti beroperasi.

“Kami sebelumnya punya lima pekerja. Sejak banjir, mereka sudah tidak bekerja lagi,” kata Fitriana di Kualasimpang, Ahad lalu.

Menurut Fitriana, harapan untuk kembali bangkit sempat muncul ketika pemerintah pusat menjanjikan bantuan stimulan bagi pelaku UMKM terdampak banjir. Namun, hingga lima bulan setelah janji itu disampaikan, bantuan tersebut belum juga terealisasi.

Ia mengaku para pelaku UMKM hanya diminta melakukan pendaftaran melalui aplikasi. Setelah itu, tidak ada lagi informasi lanjutan mengenai tahapan pencairan, verifikasi, maupun kepastian penerima bantuan.

“Jangankan bantuannya, informasinya saja kami tidak dapat. Jadi memang tidak tahu bagaimana kelanjutannya,” ujarnya.

Untuk bertahan hidup, Fitriana kini menyulap bekas usaha fotokopinya menjadi lapak sarapan. Usaha kecil itu dibuka dengan modal patungan bersama keluarga karena seluruh peralatan usahanya rusak akibat banjir.

“Kami tidak punya modal. Usaha sarapan ini kami buka dengan patungan. Ini usaha keluarga,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Rais Syuriyah PCNU Aceh Tamiang Tgk Mustofa Abdussalamsyah meminta pemerintah tidak membiarkan pelaku UMKM korban banjir berjuang sendirian. Menurutnya, kerugian yang dialami pelaku usaha kecil bukan hanya berdampak pada pemilik usaha, tetapi juga pekerja, keluarga, dan perputaran ekonomi masyarakat.

“Pelaku UMKM seperti Fitriana ini bukan hanya kehilangan mesin fotokopi, tetapi juga kehilangan sumber nafkah. Kalau sebelumnya ada lima pekerja yang bergantung pada usaha itu, ketika usaha tutup dampaknya langsung melebar kepada banyak keluarga,” ujarnya.

Ia menilai bantuan stimulan UMKM yang telah dijanjikan pemerintah pusat harus segera diperjelas realisasinya. Pemerintah, kata dia, perlu hadir dengan informasi yang terbuka agar korban bencana tidak terus berada dalam ketidakpastian.

“Janji bantuan jangan berhenti pada pendaftaran aplikasi. Pemerintah perlu turun kembali, memberi informasi terbuka, menjelaskan tahapan, dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada korban yang berhak,” katanya.

Tgk Mustofa juga mengapresiasi keteguhan Fitriana yang tetap berusaha mencari nafkah dengan membuka lapak sarapan bersama keluarganya. Namun, ia menegaskan bahwa semangat gotong royong warga tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah untuk lambat bergerak.

“Semangat gotong royong keluarga patut dihargai, tetapi negara tetap punya tanggung jawab. UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kalau mereka jatuh setelah bencana, maka pemulihannya harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan lembaga terkait segera melakukan pendataan ulang, verifikasi yang transparan, serta percepatan penyaluran bantuan bagi UMKM terdampak banjir bandang Aceh Tamiang.

Menurutnya, pemulihan ekonomi pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan darurat, tetapi juga harus menyentuh sumber penghidupan masyarakat kecil.

“Dalam ajaran Islam, menolong orang yang kehilangan mata pencaharian adalah bagian dari menjaga kehidupan dan kemaslahatan. Pemerintah, ulama, dan masyarakat perlu bersama-sama memastikan korban bencana tidak semakin jatuh ke jurang kemiskinan,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.