Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Usai Dihujat Warganet, BRIN Minta Maaf atas Desain Garuda Pancasila yang Dinilai Tak Sesuai Pakem

Usai Dihujat Warganet, BRIN Minta Maaf atas Desain Garuda Pancasila yang Dinilai Tak Sesuai Pakem

usai-dihujat-warganet,-brin-minta-maaf-atas-desain-garuda-pancasila-yang-dinilai-tak-sesuai-pakem
Usai Dihujat Warganet, BRIN Minta Maaf atas Desain Garuda Pancasila yang Dinilai Tak Sesuai Pakem
service

Jakarta, Arina.id—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi penggunaan gambar dalam konten peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. 

Permintaan maaf ini disampaikan setelah unggahan visual Garuda Pancasila diduga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan memicu perdebatan di media sosial.

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN melalui akun media sosial X @brin_indonesia, Senin (1/6/2026) pukul 17.00 WIB.

BRIN menyatakan akan lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki,” bebernya.

BRIN mengucapkan terima kasih atas masukan dan kontrol dari masyarakat.

“Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” pungkas BRIN.

Sebelumnya unggahan konten BRIN di X  yang memuat gambar Garuda menuai sorotan warganet. Publik mengkritik desain tersebut tak sesuai pakem lambang negara.

Salah satu sorotan adalah jumlah bulu burung Garuda. Jumlah bulu pada sayap tidak berjumlah 17 helai, bulu pada ekor tidak 8 helai, kemudian pada leher tidak 45 helai.

Warganet curiga desain tersebut digunakan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

“Jangan-jangan modal dari Gemini Student,” cletuk akun Rudyjokoutomo.h

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.