Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Langgar Kesepakatan, Israel Batasi Masuknya Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Langgar Kesepakatan, Israel Batasi Masuknya Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

langgar-kesepakatan,-israel-batasi-masuknya-truk-bantuan-kemanusiaan-ke-gaza
Langgar Kesepakatan, Israel Batasi Masuknya Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
service

Jakarta, NU Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi kabar bahwa Israel akan membatasi masuknya truk bantuan ke Gaza dalam situasi gencatan senjata yang terbilang rapuh. 

Juru Bicara PBB untuk OCHA (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) di Gaza, Olga Cherevko, mengonfirmasi bahwa PBB telah menerima catatan tersebut dari COGAT (Coordination of Government Activities in the Territories) pada Selasa (14/10/2025) melansir Aljazeera. COGAT merupakan bagian dari militer Israel yang mengawasi aliran bantuan ke Gaza.

Mulai hari ini, Rabu (15/10/2025), Israel hanya akan mengizinkan 300 truk bantuan kemanusiaan masuk ke jalur Gaza. Selain itu, Israel juga menunda pembukaan titik penyeberangan bantuan utama ke Gaza dari Mesir di Rafah. Kedua hal ini merupakan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Donald Trump.

The Guardian menulis pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan dan menunda pembukaan Rafah dilatarbelakangi proses pemulangan jenazah ke Israel yang dianggap lambat.

Palang Merah, yang mengawasi pemindahan jenazah, telah memaparkan bahwa proses pemulangan jenazah tersebut merupakan tantangan besar mengingat sulitnya menemukan jenazah di reruntuhan Gaza, dan bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu. Namun, Israel merespons dengan keras dan menuduh Hamas sengaja menunda prosesi ini.

Menanggapi persoalan ini, Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, menyebut PBB berupaya semaksimal mungkin mengirimkan bantuan kemanusiaan sebesar-besarnya.

“Kami tentu menginginkan bantuan kemanusiaan semaksimal mungkin dapat masuk dan kami mengimbau kepada partai-partai untuk mematuhi kesepakatan,” ujar Haq dalam konferensi pers PBB.

Ia menekankan bahwa PBB mengimbau semua pihak untuk mematuhi komitmen mereka, termasuk memulangkan jenazah tahanan yang meninggal, dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang tersisa dari perjanjian gencatan senjata, terutama memastikan aliran bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Jalur Gaza.

Meskipun gencatan senjata di Gaza mulai berlaku sejak Jumat, 10 Oktober 2025 lalu, jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus meningkat. WAFA menulis, korban meninggal dunia telah mencapai 67.913 orang sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023 dengan mayoritas perempuan dan anak-anak. Setidaknya 170.134 orang lainnya juga terluka.

Sumber medis menyatakan bahwa 44 mayat, termasuk 38 yang ditemukan dari bawah reruntuhan, dan 29 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di Gaza selama 24 jam terakhir pada Selasa (14/10/2025).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.