Makassar (ANTARA) – Legenda bulu tangkis Indonesia Richard Mainaky mengatakan bibit atlet bulu tangkis di wilayah Timur Indonesia itu cukup banyak, hanya saja masih minim turnamen.
“Kami akui selama 10 tahun ini vakum mencari bibit-bibit dari wilayah timur Indonesia, padahal bibit atlet bulu tangkis itu banyak,” ujarnya di Makassar, Kamis.
Richard Mainaky mengungkapkan, bahwa potensi atlet bulu tangkis di wilayah Indonesia Timur sebenarnya sangat melimpah, namun perkembangannya sering kali terhambat karena minimnya jumlah turnamen dan kompetisi bergengsi di daerah tersebut.
Ia mengakui bahwa selama satu dekade terakhir, proses penjaringan bibit dari kawasan timur memang sempat vakum, padahal talenta-talenta unggul tersebar luas di berbagai pelosok.
Richard menekankan bahwa permasalahan utama yang dihadapi para atlet muda di daerah adalah kurangnya wadah kompetisi.
“Ini yang menjadi perhatian kita kedepannya bersama mitra agar bagaimana kompetisi dan turnamen bisa menambah pengalaman para atlet,” katanya.
Menurutnya, frekuensi turnamen yang tinggi sangat krusial untuk membangun wawasan taktis dan pengalaman bertanding yang matang bagi seorang pebulutangkis.
Tanpa jam terbang yang cukup melalui kompetisi reguler, sulit bagi atlet daerah untuk mengasah kemampuan mereka setara dengan rekan-rekan sejawat di pusat pembinaan.
“Melalui audisi ini, PB Djarum berkomitmen untuk tidak membiarkan monopoli atlet hanya berasal dari Pulau Jawa, melainkan ingin meratakan kesempatan bagi bibit-bibit potensial yang tersebar di seluruh nusantara, termasuk Indonesia Timur,” ucapnya.
Baca juga: PB Djarum perluas audisi ke Sumatra dan Sulawesi demi cari talenta
Baca juga: Sembilan atlet dari berbagai daerah raih Beasiswa Bulutangkis 2025
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.