Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Maha Merawat dan Maha Mencegah

Maha Merawat dan Maha Mencegah

maha-merawat-dan-maha-mencegah
Maha Merawat dan Maha Mencegah
service

Al‑Qur’an menjelaskan bagaimana Allah menjaga tubuh para pemuda tersebut selama mereka tertidur. Dalam Surah Al‑Kahfi ayat 18 disebutkan bahwa Allah membolak‑balikkan mereka ke kanan dan ke kiri. Dalam tafsir klasik dijelaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk penjagaan agar tubuh mereka tidak rusak selama berada dalam posisi tidur yang sangat lama. Ini sangat cocok dengan ilmu keperawatan yang mengajarkan bagaimana mencegah proses dekubitus untuk pasien pasien yang dirawat cukup lama.

Jangan-jangan ilmu keperawatan nyontek dari kisah Ashabul Kahfi ini?

Di sini Allah menunjukkan kuasa-Nya sebagai sang penjaga, dokter, perawat, sekaligus ahli geografi. Bagaimana tidak? Perhatikan ayat ini:

 وَتَرَى الشَّمْسَ اِذَا طَلَعَتْ تَّزٰوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَاِذَا غَرَبَتْ تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِيْ فَجْوَةٍ مِّنْهُۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِۗ مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

Engkau akan melihat matahari yang ketika terbit condong ke sebelah kanan dari gua mereka dan yang ketika terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada di tempat yang luas di dalamnya (gua itu). Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.

Kalau di Indonesia ini saya membayangkan, gua tersebut membujur dari utara ke selatan dengan pintu gua di sebelah selatan. Apabila matahari terbit dari timur dan tenggelam di sebelah barat, maka cahaya matahari tidak pernah langsung masuk melalui pintu gua. Sehingga kulit para ashabul kahfi tersebut tidak terkena langsung sinar matahari. Di sini kita lihat bagaimana Allah mengatur letak dan posisi tidur mereka, sehingga mencegah dari dehidrasi akibat sengatan sinar matahari langsung yang masuk dari pintu gua. Tapi ini tidak terjadi! Perhatikan, bagaimana sinar matahari diatur agar tidak langsung mengenai mereka.

Hal ini menunjukkan betapa detailnya perlindungan Allah terhadap para hamba‑Nya.

Dan engkau, yakni siapa pun yang melihat posisi gua itu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, sehingga melalui pintu gua itu cahayanya dapat masuk dan apabila matahari itu terbenam, cahayanya menjauhi mereka ke sebelah kiri sehingga mereka tidak tersengat oleh sinarnya yang panas. Posisi gua itu tidak menghadap secara langsung ke arah matahari terbit maupun terbenam, sehingga sinarnya yang panas tidak menyengat mereka, sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam gua itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah untuk menjaga dan melindungi hamba-Nya yang taat dan mendapat petunjuk. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, karena kecenderungan hatinya untuk mendapat petunjuk maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, karena kecenderungan hatinya mengingkari ayat-ayat Allah maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya dan membimbingnya kepada jalan yang benar.

Tentang waktu tidur disebut dalam surah Al‑Kahfi ayat 25. Disebutkan bahwa para pemuda itu tinggal di dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. Ayat ini sering ditafsirkan sebagai perbedaan antara perhitungan kalender matahari dan kalender bulan. Hal tersebut menunjukkan ketelitian Al‑Qur’an dalam menggambarkan peristiwa sejarah sekaligus menegaskan kekuasaan Allah atas perjalanan waktu.

Tidur merupakan proses biologis kompleks yang diatur oleh sistem saraf pusat. Beberapa struktur utama yang mengatur tidur antara lain hipotalamus, batang otak (brainstem), kelenjar pineal, dan sistem retikular. Hipotalamus berperan mengatur ritme sirkadian, yaitu siklus biologis 24 jam yang mengontrol waktu tidur dan bangun. Batang otak mengatur transisi antara keadaan sadar dan tidur. Kelenjar pineal menghasilkan hormon melatonin yang berperan penting dalam pengaturan ritme tidur.

Pada fase tidur dalam’, aktivitas neuron di korteks serebral menurun secara signifikan. Konsumsi energi otak juga menurun dibandingkan dengan kondisi terjaga. Meskipun demikian, otak manusia tetap membutuhkan suplai oksigen dan glukosa yang stabil. Jika suplai energi terhenti terlalu lama, sel neuron dapat mengalami kerusakan permanen dalam waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, dari sudut pandang neuroscience klasik, manusia tidak dapat bertahan hidup dalam kondisi metabolisme sangat rendah selama ratusan tahun. Tetapi para pemuda itu bisa bertahan.

Beberapa ayat dalam Surah Al-Kahfi memberikan deskripsi yang menarik jika dilihat dari perspektif fisiologi modern.

Ayat 11 menyebutkan bahwa Allah menutup telinga mereka, yang dapat dipahami sebagai pengurangan stimulus sensorik. Makna lain adalah bahwa Allah memang menutup mereka dari arus informasi yang masuk (puasa telinga dan puasa mata).

Ayat 17 menggambarkan bagaimana sinar matahari tidak langsung mengenai mereka. Ini Membuktikan bahwa Allah adalah sebaik-baik sutradara dan arsitek terhadap segala skenario. Sementara ayat 18 menyebutkan bahwa tubuh mereka dibolak-balikkan ke kanan dan kiri (mencegah dekubitus).

Kejadian-kejadian yang ada pada Ashabul Kahfi ini memang bisa diterangkan dengan konsep ilmiah yang memiliki kemiripan dengan deskripsi dalam kisah Ashabul Kahfi. Tetapi satu hal yang harus disadari dengan sesadar-sadarnya bahwa, ilmu pengetahuan modern belum mampu menjelaskan fenomena tidur manusia selama ratusan tahun tanpa kerusakan biologis.

Oleh karena itu, fenomena ini tetap dipahami dalam kerangka mukjizat yang melampaui hukum fisiologi normal.

Saya hanya bisa memandangnya sebagai sebuah fenomena tanggung jawab, cinta dan kasih sayang Allah kepada umatnya yang dijuluki pemuda gua dan seekor anjingnya.

Allah Sang Maha Perawat.

Allah Sang Maha Pencegah.

R15

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.