Ringkasan:
-
Mikroplastik dapat mengkontaminasi makanan melalui peralatan dapur umum seperti talenan, peralatan masak, dan wadah makanan.
-
Paparan terhadap mikroplastik dapat dikurangi dengan beralih ke alternatif yang lebih aman seperti kayu, kaca, dan baja tahan karat.
-
Keausan dan panas dapat memperburuk pelepasan mikroplastik, namun sedikit penyesuaian pada peralatan dapur dapat membantu meminimalkan paparan.
Mikroplastik umumnya muncul dalam makanan kita sehari-hari; biasanya, di tempat yang tidak terduga, tepatnya di dapur. Meskipun kemasan adalah penyebab umum, peralatan masak dan penyimpanan makanan sehari-hari bisa saja melepaskan sejumlah kecil plastik ke dalam makanan tanpa disadari saat dipanaskan, dikikis, atau digunakan. Ini adalah tujuh kontributor paling umum dan tersembunyi di dapur.
Talenan Plastik

Pukulan pisau yang berulang-ulang membuat alur kecil yang melepaskan potongan plastik mikroskopis. Seiring berjalannya waktu, makanan dapat dicincang pada papan plastik bekas yang dapat memindahkan bagian-bagian tersebut ke dalam makanan yang sedang dimasak.
Peralatan Masak Anti Lengket

Peralatan plastik dan nilon yang digunakan pada wajan panas dapat rusak akibat panas dan gesekan. Kontak dengan permukaan peralatan masak dapat menyebabkan terlepasnya partikel mikroplastik, khususnya jika peralatan masak retak, meleleh, atau rusak.
Panci Antilengket Tua

Lapisan antilengket dapat terkelupas atau tergores jika rusak akibat suhu tinggi atau tergores. Ketika permukaan sudah tua dan rusak, partikel sintetis kecil dapat tercampur ke dalam makanan tanpa terlihat dengan mata telanjang.
Wadah Makanan Plastik

Memanaskan sisa makanan dalam wadah berbahan plastik, khususnya dalam microwave, dapat menyebabkan lebih banyak degradasi plastik. Proses pemanasan dan pencucian yang berulang membuat permukaan menjadi lebih lemah, dan partikel dapat terlepas seiring berjalannya waktu.
Pod Kopi Sekali Pakai

Kapsul kopi plastik (sekali pakai) diberi tekanan dengan air panas, dan dapat membocorkan mikroplastik ke dalam minuman yang diseduh. Ini bisa menjadi sumber paparan laten yang umum karena sering digunakan setiap hari.
Ketel Dan Ketel Air Terbuat Dari Plastik

Penggunaan ketel berlapis plastik untuk merebus air dapat menyebabkan degradasi material seiring berjalannya waktu. Paparan panas dalam jangka panjang dapat menyebabkan pelepasan partikel mikroskopis dalam minuman dan air rebusan.
Spons Piring Terbuat dari Serat Buatan

Kebanyakan spons dapur diproduksi menggunakan bahan plastik yang kehilangan serat-serat kecilnya saat dipakai. Partikel-partikel ini mampu menempel pada piring, perkakas, dan permukaan yang bersentuhan dengan makanan.
Masalahnya Diperburuk oleh Keausan dan Panas

Kebocoran mikroplastik semakin besar ketika bahan plastik terkikis, menua, atau dipanaskan berulang kali. Bahkan peralatan dapur yang terlihat keras pun masih rentan terhadap peningkatan kontaminasi seiring dengan bertambahnya usia.
Ada Alternatif yang Lebih Aman

Paparan dapat diminimalkan dengan beralih ke talenan kayu, peralatan masak stainless steel, wadah penyimpanan kaca, dan peralatan tanpa silikon. Pengganti bahan alami cenderung tidak mengeluarkan partikel sintetis ke dalam makanan.
Penyesuaian Kecil Memiliki Kemampuan untuk Mengurangi Eksposur

Menghindari mikroplastik sepenuhnya tidak mudah, namun kontak plastik dalam penyiapan makanan dapat dikurangi untuk membantu hal tersebut. Mengganti peralatan dapur lama dan mengurangi kontak dengan panas pada plastik dapat membersihkan dan membuat makanan lebih aman dalam jangka panjang.





Comments are closed.