Arina.id – Jay Clayton resmi dilantik sebagai Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat atau National Intelligence/DNI ke-9 pada Senin (3/8) waktu setempat. Pelantikan tersebut dilakukan setelah Senat Amerika Serikat memberikan persetujuan atas pencalonannya pekan lalu, mengakhiri kekosongan kepemimpinan di Kantor Direktur Intelijen Nasional.
Sebelum dipercaya memimpin komunitas intelijen AS, Clayton menjabat sebagai Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York. Ia juga pernah memimpin Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (U.S. Securities and Exchange Commission/SEC).
Sebagai DNI, Clayton akan bertindak sebagai penasihat utama Presiden Donald Trump di bidang intelijen sekaligus mengoordinasikan kerja 18 lembaga intelijen yang tergabung dalam Intelligence Community (IC) Amerika Serikat. Di antaranya adalah Central Intelligence Agency (CIA), National Security Agency (NSA), Defense Intelligence Agency (DIA), Direktorat Intelijen Federal Bureau of Investigation (FBI), badan-badan intelijen militer, serta unit-unit intelijen di Departemen Luar Negeri, Departemen Energi, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Keuangan, dan sejumlah lembaga federal lainnya.
Jabatan Direktur Intelijen Nasional dibentuk melalui Intelligence Reform and Terrorism Prevention Act tahun 2004 sebagai tindak lanjut rekomendasi Komisi 11 September (9/11 Commission). Pembentukan ODNI bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga intelijen setelah terungkapnya berbagai kelemahan dalam sistem intelijen AS pascaserangan teroris 11 September 2001.
Usai dilantik, Clayton menyampaikan terima kasih kepada Presiden Trump atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa penguatan kemampuan intelijen nasional akan menjadi fokus utama kepemimpinannya.
“Intelijen merupakan garis pertahanan pertama negara, dan kita harus memastikan tugas itu dijalankan dengan benar,” kata Clayton dikutip Reuters.
Ia menambahkan, ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat terus berkembang sehingga komunitas intelijen dituntut semakin profesional, adaptif, dan mampu bekerja secara terpadu.
Clayton juga berkomitmen memperkuat pengawasan, transparansi, dan akuntabilitas di seluruh lembaga intelijen. Menurutnya, keselamatan rakyat Amerika akan menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Keselamatan dan keamanan rakyat Amerika akan menjadi pedoman utama kami,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi komunitas intelijen dari kepentingan politik.
“Komunitas intelijen harus tetap fokus pada misinya dan memastikan hasil kerjanya tidak dimanfaatkan untuk tujuan politik,” tegasnya.
Clayton menggantikan Tulsi Gabbard yang mengundurkan diri pada Juni 2026 untuk mendampingi suaminya menjalani pengobatan kanker. Selama masa transisi, jabatan Direktur Intelijen Nasional dijalankan oleh pejabat sementara hingga akhirnya Clayton resmi dilantik sebagai pimpinan baru komunitas intelijen Amerika Serikat.





Comments are closed.