Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Mantap! Produk Sarang Walet Hingga Kratom Indonesia Unjuk Gigi di Tiongkok

Mantap! Produk Sarang Walet Hingga Kratom Indonesia Unjuk Gigi di Tiongkok

mantap!-produk-sarang-walet-hingga-kratom-indonesia-unjuk-gigi-di-tiongkok
Mantap! Produk Sarang Walet Hingga Kratom Indonesia Unjuk Gigi di Tiongkok
service

30 Maret 2026 18.00 WIB • 2 menit

Mantap! Produk Sarang Walet Hingga Kratom Indonesia Unjuk Gigi di Tiongkok


Pasar Tiongkok yang sangat masif kembali menjadi sasaran utama bagi produk pangan unggulan Indonesia.

Sebanyak 17 perusahaan nasional kini tengah berpartisipasi dalam ajang The 14th China Food Trade Fair 2026 yang berlangsung di Wuhan International Expo Center.

Wuhan dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai hub logistik utama di wilayah Tiongkok Tengah, kota ini menjadi gerbang strategis untuk menjangkau pembeli potensial di seluruh daratan Tiongkok.

Kehadiran Paviliun Indonesia seluas 90 m² menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kekayaan alam Nusantara, mulai dari buah tropis hingga hasil laut, memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.

Dari Sarang Burung Walet hingga Produk Herbal

Di paviliun ini, Indonesia menampilkan keberagaman produk yang mencakup boga bahari (seafood), rempah-rempah, porang, hingga kopi.

Tak ketinggalan, produk yang selama ini menjadi primadona ekspor seperti sarang burung walet dan produk herbal seperti kratom serta spirulina juga turut dipamerkan. Keberagaman ini menunjukkan bahwa profil ekspor Indonesia ke Tiongkok mulai bergeser ke arah produk-produk bernilai tambah tinggi.

Antusiasme pasar Tiongkok terhadap bahan baku industri dan produk pangan tropis asal Indonesia memang terus meningkat.

Jika selama ini ekspor kita didominasi oleh besi, baja, dan nikel, sektor pangan olahan mulai menunjukkan taringnya. Pada 2025 saja, nilai ekspor pangan olahan kita ke Tiongkok mencapai USD 386,48 juta, dengan produk seperti biskuit manis, wafel, dan agar-agar buah menjadi yang paling diminati.

“Pameran ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan sektor perikanan dan buah tropis Indonesia ke pasar global, khususnya Tiongkok. Produk unggulan Indonesia memiliki potensi yang besar dan kami yakin akan mampu bersaing di pasar dunia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi.

Memperkuat Rantai Pasok lewat Forum Bisnis

Partisipasi dalam pameran ini diperkuat dengan digelarnya dua forum bisnis dan investasi di Wuhan dan Beijing.

Forum-forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra dagang dari Tiongkok guna membahas peluang perdagangan dan penguatan rantai pasok, terutama bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Lewat dialog langsung ini, Indonesia berupaya membangun ekosistem industri yang lebih kuat.

Kerja sama pun harapannya tidak hanya sekadar transaksi jual-beli sesaat, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mampu membuka akses lebih luas bagi produk UKM Indonesia untuk tumbuh secara berkelanjutan di pasar internasional.

Optimisme di Tengah Pasar yang Terus Tumbuh

Melihat kesuksesan pameran tahun lalu yang dihadiri sekitar 400.000 pengunjung, Indonesia optimis bahwa keterlibatan tahun ini akan membuahkan hasil yang signifikan.

Penetrasi ke wilayah Tiongkok Tengah melalui Wuhan adalah upaya taktis untuk mendiversifikasi pasar agar tidak hanya menumpuk di wilayah pesisir timur Tiongkok.

Ke depannya, sektor pangan diharapkan bisa menjadi penopang baru bagi neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke Tiongkok.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.