Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Masyarakat Enggano Belajar Potensi Daerah sampai Risiko Bencana dari Kumpulkan Data

Masyarakat Enggano Belajar Potensi Daerah sampai Risiko Bencana dari Kumpulkan Data

masyarakat-enggano-belajar-potensi-daerah-sampai-risiko-bencana-dari-kumpulkan-data
Masyarakat Enggano Belajar Potensi Daerah sampai Risiko Bencana dari Kumpulkan Data
service

  Beberapa nelayan mulai memenuhi dermaga kecil di Desa Kaana, Pulau Enggano, pagi itu. Di atas papan-papan dengan kayu mulai lapuk, mereka menggelar gulungan jaring baru sepanjang 30 meter. Beberapa orang menarik ujungnya perlahan, memastikan simpulnya tidak kusut sebelum mereka bawa melaut. Tak jauh dari situ,  di atas perahu kayu, seorang nelayan mengeluarkan telepon genggam dari saku celananya. Dia membuka aplikasi, mencatat lokasi penangkapan dan hasil tangkapan hari sebelumnya. Kebiasaan yang dulu terasa asing itu kini mulai menjadi bagian dari rutinitas. Para nelayan ini pakai aplikasi GeoEnggano, sebagai pencatat data dan informasi. Pulau Enggano seluas sekitar 400 kilometer persegi,  berada hampir 100 kilometer di lepas pantai Bengkulu.  Untuk mencapai daratan Sumatera, warga harus menempuh penerbangan sekitar satu jam atau perjalanan laut hingga 18 jam jika cuaca bersahabat. Ketika ombak tinggi, kapal tidak berlayar. Masyarakat Enggano sebagian besar hidup bergantung laut. “Bagi kami, kalau tidak melaut ya tidak ada pemasukan,” kata Khairin Anwar, nelayan Enggano. Di bawah Pulau Enggano,  membentang pertemuan dua jalur megathrust besar, Mentawai-Pagai dan Enggano, yang menjadikan kawasan ini salah satu wilayah paling aktif secara tektonik di Indonesia. Gempa bukan lagi peristiwa luar biasa bagi warga. Getaran kecil datang begitu sering hingga banyak orang tak lagi menghitungnya. Setiap guncangan tetap membawa ingatan pada gempa-gempa besar yang pernah meluluhlantakkan pulau itu. Gempa 2000,  masih membekas dalam ingatan warga. Puluhan warga Enggano kehilangan nyawa. Rumah-rumah roboh. Dua dekade kemudian, rangkaian gempa kembali merusak ratusan rumah dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Bagi masyarakat Desa Kaana, Enggano,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.