Mon,20 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Menag Buka KKN Nusantara VI, Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

Menag Buka KKN Nusantara VI, Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

menag-buka-kkn-nusantara-vi,-bawa-semangat-ekoteologi-di-tanah-baduy
Menag Buka KKN Nusantara VI, Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy
service

Serang, Arina.id—Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia Tahun 2026.

Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini menandai dimulainya pengabdian 240 mahasiswa dari 42 PTKIN, PTKIS, dan PTK di seluruh penjuru Indonesia yang akan diterjunkan ke wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Dalam arahannya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menekankan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya sekadar ilmuwan, melainkan harus bertransformasi menjadi intelektual dan cendekiawan yang memberi dampak bagi masyarakat. 

Beliau menggarisbawahi pentingnya delapan karakter dasar yang disingkat ISTIQAMAH sebagai modal utama pengabdian: Ikhlas, Sabar, Tawaduk, Ihsan, Qanaah, Akhlak, Muruah, dan Al-Haya’.

“Mahasiswa UIN harus memiliki ‘kaca mata’ yang arif dalam melihat tradisi masyarakat. Jangan membenturkan teori modern dengan kearifan lokal. Belajarlah dari masyarakat tradisional yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga alam,” tegas Menag.

Menag menekankan prinsip Iqra’ bismi rabbik sebagai landasan belajar yang berorientasi pada pendekatan diri kepada Tuhan dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, H. Muhammad Ishom melaporkan bahwa tahun ini UIN Banten mengelola total 1.400 mahasiswa KKN, dengan 240 di antaranya merupakan delegasi khusus KKN Nusantara.

Pemilihan tanah Baduy sebagai lokasi pengabdian, menurut Rektor, didasarkan pada kekayaan nilai ekoteologis yang autentik.

“Kami sengaja memilih tema ‘Merawat Ekoteologi‘ karena pada dasarnya orang Baduy itu memiliki nilai-nilai ekoteologis yang luar biasa. Mahasiswa akan belajar bagaimana mereka menjaga kelestarian lingkungan, baik melalui pola hidup Baduy Dalam yang menolak modernisasi maupun Baduy Luar yang masih terbuka namun tetap teguh menjaga tradisi,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menambahkan harapannya agar pengalaman ini membekas mendalam bagi para peserta. Mahasiswa nanti akan belajar tentang bagaimana merawat tradisi juga harmoni dengan umat kepercayaan atau penganut agama yang lain, seperti komunitas Sunda Wiwitan di Banten.

“Mudah-mudahan semua berangkat sehat, nanti pulang juga sehat. Syukur-syukur nanti ada yang jadi menantunya Pak Camat,” pungkas Rektor.

Sementara menurut Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Nur Kafid KKN Nusantara VI 2026 akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari hingga Agustus 2026. Fokus utamanya adalah pembangunan kesadaran ekoteologi, edukasi pengelolaan sampah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Dengan menggunakan pendekatan seperti Asset Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR), mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi lahirnya inovasi sosial yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

“Program ini diharapkan menjadi model pengabdian nasional yang mencerminkan wajah moderasi beragama—sebuah harmoni antara hubungan manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam sebagai ciptaan Tuhan,” harap Nur Kafid.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.