Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Gurita Betina Memakan Pasangannya Setelah Kawin? Ini Kata Sains

Mengapa Gurita Betina Memakan Pasangannya Setelah Kawin? Ini Kata Sains

mengapa-gurita-betina-memakan-pasangannya-setelah-kawin?-ini-kata-sains
Mengapa Gurita Betina Memakan Pasangannya Setelah Kawin? Ini Kata Sains
service

Gurita dikenal sebagai salah satu hewan laut dengan siklus hidup yang singkat namun penuh perilaku unik, mulai dari kemampuan kamuflase hingga cara mereka bereproduksi. Salah satu perilaku yang paling banyak dibicarakan adalah kanibalisme seksual, yaitu ketika gurita betina memakan pejantan setelah proses kawin. Fenomena ini sering muncul di berbagai platform media sosial dengan narasi bahwa betina melakukannya karena sedang tidak berminat, merasa terganggu, atau sedang dalam suasana hati yang buruk. Penjelasan semacam ini tidak akurat. Riset menunjukkan bahwa kanibalisme seksual pada gurita bukan hasil dari penolakan emosional, melainkan konsekuensi dari kebutuhan energi reproduksi dan proses fisiologis yang terprogram dalam siklus hidup gurita. Kanibalisme seksual adalah fenomena nyata yang terdokumentasi baik di alam liar maupun dalam observasi penangkaran. Pada sejumlah spesies gurita, betina diketahui membunuh dan memakan pejantan setelah, atau bahkan saat, proses kopulasi berlangsung. Penyebabnya berkaitan dengan kebutuhan energi yang besar dalam reproduksi gurita betina. Setelah pembuahan, betina berhenti makan dan mencurahkan sisa hidupnya untuk menjaga dan membersihkan telur hingga menetas. Dalam kondisi ini, tubuh pejantan menjadi sumber protein dan nutrisi tambahan yang dapat mendukung kematangan telur, sehingga berpotensi meningkatkan peluang bertahan hidup keturunannya. Bagaimana Pejantan Menghindari Risiko Dimakan Dimorfisme seksual turut memengaruhi dinamika ini, karena betina umumnya berukuran jauh lebih besar daripada pejantan. Pada gurita bergaris biru (Hapalochlaena fasciata), betina berukuran sekitar dua kali lipat pejantan, sehingga pejantan menghadapi risiko nyata setiap kali mendekat untuk kawin. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology oleh tim peneliti Universitas Queensland, Australia, mendokumentasikan bagaimana pejantan spesies ini menggigit area dekat aorta…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.