Tamil melihat kilauan cahaya merah dari timbulan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Cipayung, sekitar pukul 19.30 WIB, kamis (16/7/26). Api segera membesar setinggi dua meter melahap gunungan sampah tepat di depan gubuk ketika dia sedang duduk menikmati secangkir kopi di gubuknya malam itu. Perempuan 45 tahun itu bergegas keluar gubuk. “Kebakaran! kebakaran!” Cucunya segera lapor ke pos satpam TPA di Kota Depok, Jawa Barat ini. “Api langsung gede. Tiba-tiba api merah bae!” ujar Tamil ketika Mongabay temui Jumat (17/7/26). Saat si jago merah melahap timbulan sampah kondisi sekitar tampak sepi. Hanya terdapat beberapa truk terparkir di sekitar gunungan sampah itu. Dia melihat api juga menyambar truk berisi sampah. Satpam dan supir truk berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya. Tak lama, delapan mobil pemadam kebakaran tiba. Reni Siti Nuraeni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bilang, api pada 30-45 menit sebelum sempat meluas membakar kawasan pembuangan sampah itu. “Yang terbakar luasnya sekitar 20-25 meter pesegi. Karena itu tadi segera kami lokalisir,” katanya kepada Mongabay. Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat insiden kebakaran. Hanya dua truk Pemerintah Kota Depok (Pemkot) ikut tersambar panas api. Pantauan Mongabay pada Jumat siang, area timbulan sampah setinggi sekitar lima meter menghitam seperti bekas terbakar. Truk berbaris antre hingga keluar gerbang TPA menunggu giliran pembuangan sampah. Lima eksavator berbaris vertikal mengeruk sampah, pemulung sibuk memilah sampah bernilai ekonomi di sela alat berat itu. Mobil antre membuang sampah di TPA Cipayung Depok pasca kebakaran. Foto: Achmad Rizki Muazam/Mongabay Indonesia. Penyebab…This article was originally published on Mongabay
Menyoal Kebakaran TPA, Solusi Pemerintah Tak Jawab Persoalan Sampah?
Menyoal Kebakaran TPA, Solusi Pemerintah Tak Jawab Persoalan Sampah?





Comments are closed.