Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hidup Tanpa Cahaya di Dalam Gua, Ikan Ini Kehilangan Rongga Matanya

Hidup Tanpa Cahaya di Dalam Gua, Ikan Ini Kehilangan Rongga Matanya

hidup-tanpa-cahaya-di-dalam-gua,-ikan-ini-kehilangan-rongga-matanya
Hidup Tanpa Cahaya di Dalam Gua, Ikan Ini Kehilangan Rongga Matanya
service

Jauh di dalam gua karst Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hidup seekor ikan kecil yang tidak pernah melihat cahaya. Namanya Barbodes klapanunggalensis, ikan wader endemik yang telah beradaptasi begitu jauh hingga bukan hanya kehilangan mata, tetapi juga seluruh rongga matanya. Ikan ini menghuni kolam-kolam kecil berisi air jernih yang merembes dari lantai gua. Siripnya transparan, sementara tubuhnya memiliki warna keperakan dengan garis kemerahan. Di dalam air, ikan tersebut cenderung berenang tenang. Namun, ketika mendeteksi gangguan, ia dapat bergerak cepat. Kemampuan itu menunjukkan bahwa kehilangan mata bukan berarti kehilangan kepekaan terhadap lingkungan. Dalam kegelapan total, penglihatan tidak lagi memberikan manfaat. Melalui proses evolusi, B. klapanunggalensis justru mengandalkan indra lain untuk mengenali gerakan, getaran, gelombang air, dan perubahan di sekitarnya. Spesies ini pertama kali terlihat oleh para penelusur gua pada 2020. Dua tahun kemudian, tim peneliti kembali ke lokasi dan mengambil dua spesimen, masing-masing satu jantan dan satu betina. Setelah melalui penelitian selama tiga tahun, ikan tersebut resmi diperkenalkan sebagai spesies baru dalam jurnal ZooKeys pada Februari 2025. Menariknya, kedua spesimen ditemukan di dua kolam berbeda yang tidak terhubung oleh aliran air. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang cara keduanya berpindah dan berkembang biak. Hingga kini, kehidupan ikan tersebut masih menyimpan banyak teka-teki. Gua tempatnya hidup merupakan laboratorium alami untuk mempelajari evolusi. Lingkungan tanpa cahaya dan sumber energi yang terbatas memaksa organisme mengembangkan strategi khusus agar dapat bertahan. Hampir seluruh spesies khas gua juga memiliki tingkat endemisitas tinggi. Sebagian bahkan hanya ditemukan di satu gua atau lorong tertentu. Keunikan itu sekaligus membuat B.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.