Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Kucing Rumahan Bisa Jinak? Jawabnya Ada pada Kucing Liar Ini

Mengapa Kucing Rumahan Bisa Jinak? Jawabnya Ada pada Kucing Liar Ini

mengapa-kucing-rumahan-bisa-jinak?-jawabnya-ada-pada-kucing-liar-ini
Mengapa Kucing Rumahan Bisa Jinak? Jawabnya Ada pada Kucing Liar Ini
service

Hampir setiap rumah mengenal kucing. Hewan ini tidur di sofa, berburu serangga di halaman, atau meringkuk di pangkuan pemiliknya. Namun, jauh sebelum menjadi hewan peliharaan yang akrab dengan manusia, nenek moyang kucing rumahan hidup bebas di padang rumput, gurun, dan semak belukar Afrika hingga Asia. Spesies itu adalah Felis lybica, atau kucing liar Afro-Asia, yang hingga kini masih berkeliaran di alam liar dan menyimpan banyak misteri. Ironisnya, meski menjadi leluhur langsung kucing domestik (Felis catus), Felis lybica justru termasuk salah satu kucing liar yang paling sedikit dipelajari. Sebarannya sangat luas, mulai dari Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, hingga India, Mongolia, dan Tiongkok. Namun, para ilmuwan mengakui pengetahuan tentang perilaku, jumlah populasi, bahkan tren keberadaannya masih sangat terbatas. Secara fisik, Felis lybica memang sangat mirip dengan kucing rumahan. Ukurannya hampir sama, tetapi kakinya lebih panjang, telinganya berwarna jingga kemerahan, dan warna bulunya menyesuaikan lingkungan, mulai dari cokelat pasir hingga keabu-abuan. Kemiripan inilah yang membuat keduanya mudah kawin silang, sehingga sering kali sulit dibedakan hanya dari penampilan luar. Hubungan antara manusia dan Felis lybica diperkirakan dimulai sekitar 10 ribu tahun lalu, ketika manusia mulai bertani di kawasan Bulan Sabit Subur (suatu wilayah yang terbentang dari Turki hingga Irak saat ini). Lumbung penyimpanan hasil panen menarik tikus, sementara tikus mengundang kucing liar. Hubungan yang awalnya saling menguntungkan itu perlahan berkembang menjadi proses domestikasi. Kucing yang paling toleran terhadap kehadiran manusia memperoleh keuntungan berupa makanan melimpah, sedangkan manusia terbantu mengendalikan hama. Dari proses evolusi yang berlangsung ribuan tahun itulah lahir kucing rumahan yang kini…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.