Sun,12 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

mengenal-aborsi-dengan-obat-serta-risiko-yang-perlu-diwaspadai
Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai
service

Mubadalah.id – Saat ini telah tersedia obat-obatan yang relatif aman untuk melakukan aborsi. Di beberapa tempat, obat tersebut diberikan oleh dokter atau bidan kepada pasien yang meminta tindakan aborsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cara kerjanya adalah merangsang kontraksi rahim sehingga jaringan kehamilan terdorong keluar.

Sebagian obat media berikan untuk Anda minum, sebagian melalui suntikan. Ada pula yang memasukkannya ke dalam vagina (bukan ke dalam rahim). Hanya obat-obatan yang memang dibuat khusus untuk tujuan tersebut yang boleh dimasukkan ke dalam vagina karena penggunaannya telah dirancang agar aman.

Bila aborsi dengan obat-obatan maka perhatikan berikut ini:

Pertama, obat-obatan yang ANda gunakan harus benar-benar terpecaya dan terjamin keamanannya.

Kedua, harus tersedia rumah sakit atau Puskesmas yang mudah Anda jangkau dari tempat tinggal, sehingga apabila terjadi perdarahan dapat segera medis tangani.

Fasilitas kesehatan tersebut juga harus memiliki tenaga kesehatan yang terlatih untuk melakukan pengosongan rahim apabila penggunaan obat ternyata tidak berhasil.

Ketiga, meskipun tidak muncul gejala yang mengkhawatirkan, setelah menjalani aborsi dengan obat-obatan tetap memerlukan pemeriksaan rahim di klinik, Puskesmas, atau rumah sakit.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada sisa jaringan kehamilan yang tertinggal. Apabila masih terdapat sisa jaringan, perlu melakukan tindakan penyedotan atau pengerokan rahim. Tanpa penanganan tersebut dapat terjadi komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Selain itu, apabila penggunaan obat gagal dan kehamilan tetap Anda pertahankan, terdapat kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan yang berat. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 320. 

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.