Mubadalah.id – Setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi untuk melawan virus tersebut.
Antibodi biasanya mulai dapat terdeteksi dalam darah sekitar 4 hingga 8 minggu setelah seseorang terinfeksi HIV. Namun, pada sebagian orang, proses ini dapat memakan waktu lebih lama, bahkan hingga 6 bulan, sebelum jumlah antibodi cukup banyak untuk terdeteksi melalui pemeriksaan. Rentang waktu antara masuknya virus HIV ke dalam tubuh hingga munculnya antibodi dalam darah disebut sebagai periode jendela (window period).
Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV, diperlukan tes HIV. Dalam pemeriksaan ini, petugas kesehatan akan mengambil sampel darah yang kemudian diperiksa di laboratorium oleh tenaga yang berkompeten. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi keberadaan antibodi HIV di dalam darah.
Tanpa pemeriksaan ini, seseorang tidak dapat mengetahui secara pasti apakah ia telah terinfeksi HIV atau belum. Perlu kita pahami bahwa tes HIV hanya mendeteksi adanya infeksi HIV, bukan untuk menentukan apakah seseorang telah mengalami AIDS.
Setelah pemeriksaan selesai, yang umumnya memerlukan waktu hingga sekitar dua minggu, hasil tes akan medis berikan kepada Anda.
Hasil Pemeriksaaan
Pertama, apabila hasil tes positif, berarti Anda telah terinfeksi HIV dan tubuh telah menghasilkan antibodi terhadap virus tersebut. Hasil positif tidak selalu berarti Anda sedang mengalami gejala penyakit atau merasa sakit.
Sebab, banyak orang yang tetap merasa sehat meskipun hasil tesnya positif. Namun, mereka tetap dapat menularkan virus HIV kepada orang lain.
Kedua, apabila hasil tes negatif, terdapat dua kemungkinan. Pertama, Anda memang tidak terinfeksi HIV. Kedua, Anda sebenarnya telah terinfeksi, tetapi tubuh belum menghasilkan antibodi dalam jumlah yang cukup sehingga belum dapat terdeteksi melalui tes.
Karena kedua kemungkinan tersebut sangat berbeda, sebaiknya Anda menjalani tes ulang beberapa bulan kemudian untuk memastikan hasilnya. Dalam kondisi tertentu, hasil tes yang positif pun dapat memerlukan pemeriksaan ulang untuk memastikan diagnosis.
Oleh karena itu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar memperoleh penjelasan dan saran yang tepat mengenai langkah selanjutnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 374.




Comments are closed.