Mubadalah.id – Selain hubungan seksual, kurang minum dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada saluran kemih. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh orang yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah dan berada dalam cuaca panas.
Bekerja di bawah terik matahari, misalnya di sawah, ladang, atau tempat terbuka lainnya, dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Jika cairan tubuh yang hilang tidak segera digantikan dengan minum yang cukup, tubuh dapat mengalami kekurangan cairan.
Dalam kondisi tersebut, produksi urine dapat berkurang. Padahal, buang air kecil secara teratur membantu mengeluarkan cairan sekaligus membawa kuman dari saluran kemih. Ketika seseorang jarang buang air kecil karena kurang minum, kondisi tersebut dapat memberi kesempatan bagi kuman untuk berkembang biak.
Karena itu, kebutuhan cairan perlu diperhatikan, terutama ketika seseorang melakukan aktivitas fisik di tempat yang panas. Air putih dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Dalam kebiasaan sehari-hari, seseorang harus mencukupi kebutuhan minumnya dan menyesuaikannya dengan aktivitas serta kondisi tubuh.
Menjaga Tubuh agar Tidak Kekurangan Cairan
Bagi mereka yang bekerja di sawah, ladang, atau tempat terbuka di bawah sinar matahari, kebutuhan cairan dapat menjadi lebih besar karena tubuh mengeluarkan banyak keringat. Minum lebih banyak dapat membantu menggantikan cairan yang hilang sekaligus menjaga agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan.
Kebiasaan lain yang juga perlu Anda perhatikan adalah menahan kencing dalam waktu lama. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang sedang bepergian jauh dan tidak menemukan fasilitas toilet yang mudah Anda jangkau.
Perjalanan menggunakan kendaraan tertentu, seperti bus antarkota, kapal feri, atau kereta api, pada umumnya menyediakan kamar kecil.
Namun, fasilitas tersebut tidak selalu tersedia pada semua jenis kendaraan. Orang yang bepergian menggunakan truk, perahu, atau kendaraan lainnya mungkin mengalami kesulitan menemukan tempat untuk buang air kecil.
Keadaan tersebut dapat membuat seseorang memilih menahan kencing selama perjalanan. Padahal, kebiasaan menahan buang air kecil dalam waktu lama tidak baik bagi kesehatan saluran kemih. Kuman yang berada terlalu lama dalam sistem urine dapat berkembang dan kemudian memicu infeksi.
Karena itu, buang air kecil secara teratur menjadi salah satu kebiasaan yang penting untuk diperhatikan. Dalam kondisi normal, seseorang dapat berusaha buang air kecil setiap tiga atau empat jam sekali dan tidak membiasakan diri menahannya terlalu lama. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 486.





Comments are closed.