Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Muktamar Ilmu Pengetahuan, Ikhtiar Transformasi Gagasan Jadi Gerakan Maslahat

Muktamar Ilmu Pengetahuan, Ikhtiar Transformasi Gagasan Jadi Gerakan Maslahat

muktamar-ilmu-pengetahuan,-ikhtiar-transformasi-gagasan-jadi-gerakan-maslahat
Muktamar Ilmu Pengetahuan, Ikhtiar Transformasi Gagasan Jadi Gerakan Maslahat
service

Kudus, Arina.idLakpesdam PWNU Jawa Tengah resmi membuka Muktamar Ilmu Pengetahuan (MIP) IV Tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Sabtu (27/6/2026). Forum intelektual ini diproyeksikan sebagai ruang untuk mentransformasikan gagasan keilmuan menjadi sebuah gerakan sosial yang berkeadilan dan membawa kemaslahatan nyata bagi semesta.

Mengusung tema “Nahdlatul Ulama sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan: Konsolidasi Gerakan, Kemandirian Organisasi, dan Transformasi Sosial”, forum diikuti para akademisi, peneliti, ulama, dan pengelola perguruan tinggi.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Abdurrahman Kasdi menyampaikan bahwa penyelenggaraan Muktamar Ilmu Pengetahuan merupakan kelanjutan dari sanad keilmuan yang telah dibangun sejak penyelenggaraan MIP pada tahun 2023 hingga kini memasuki edisi keempat.

“Harapannya, forum ini benar-benar memberikan dampak bagi warga Nahdlatul Ulama, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, sekaligus memberi kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kasdi dalam keterangannya diterima Arina.id.

Menurut Kasdi, pengembangan ilmu pengetahuan dalam tradisi NU berangkat dari prinsip-prinsip ushul fikih yang terus diaktualisasikan untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, perkembangan teknologi dan informasi harus dipandang sebagai bagian dari ruang pengabdian ilmu yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.

Ilmu pengetahuan modern, termasuk sains dan teknologi, ungkap Kasdi, tidak dapat dipisahkan dari dimensi humaniora dan ilmu-ilmu keagamaan. 

Integrasi antardisiplin ilmu menjadi kunci agar perkembangan teknologi tetap berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

“Orang-orang yang beraktivitas di dunia sains sesungguhnya tidak pernah lepas dari humaniora, terutama ilmu-ilmu keagamaan. Semua ilmu harus saling menguatkan dalam membangun peradaban,” katanya.

Kasdi menjelaskan alasan muktamar digelar di UIN Sunan Kudus. Dijelaskan UIN Sunan Kudus merupakan perguruan tinggi Islam keempat yang menggunakan nama Sunan, sementara Sunan Kudus dikenal sebagai waliyul ilmi, sosok ulama yang memiliki keluasan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Sunan Kudus tetap relevan untuk menjawab tantangan masa kini. Filosofi Gusjigang—bagus akhlaknya, pandai mengaji, dan pintar berdagang—mencerminkan karakter ideal yang perlu menjadi fondasi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus jalan khidmah Nahdlatul Ulama di masa depan.

“Penyelenggaraan MIP IV di UIN Sunan Kudus sekaligus menjadi ikhtiar meneladani nilai-nilai luhur Sunan Kudus. Filosofi Gusjigang mengajarkan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan akhlak mulia dan kemandirian ekonomi,” jelasnya.

Ia berharap Muktamar Ilmu Pengetahuan IV menjadi ruang artikulasi kolektif bagi warga NU untuk mendokumentasikan pengalaman intelektual sekaligus mentransformasikannya menjadi arah gerakan yang lebih berkeadilan, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan semesta.

“Harapan kami, ilmu benar-benar menjadi fondasi peradaban. Apa pun disiplin ilmunya, semuanya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nahdlatul Ulama dan masyarakat Indonesia secara luas,” pungkasnya.

Pembukaan Muktamar dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut Kasubdit Pendidikan Mahad Aly Direktorat Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dr. Mahrus Elmawa.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Dr. Nur Khafid, Rais Syuriyah PCNU Kudus, Ketua PCNU Kudus, Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, para rektor perguruan tinggi negeri, swasta, dan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, serta para pengasuh pesantren se-Jawa Tengah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.