Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Prakiraan Cuaca 17 Juli 2026: Sumatera Utara hingga Maluku Berpotensi Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca 17 Juli 2026: Sumatera Utara hingga Maluku Berpotensi Hujan Lebat

prakiraan-cuaca-17-juli-2026:-sumatera-utara-hingga-maluku-berpotensi-hujan-lebat
Prakiraan Cuaca 17 Juli 2026: Sumatera Utara hingga Maluku Berpotensi Hujan Lebat
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat (17/7/2026). Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, hingga Maluku.

Prakirawan BMKG Diah Ayuretnani menjelaskan, potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh aktivitas dinamika atmosfer berupa daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Daerah konvergensi terpantau berada di Samudra Hindia barat Bengkulu, Sumatera Selatan, membentang dari Bengkulu hingga Jambi, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, daerah konfluensi terbentuk di Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Jawa, Laut Banda, perairan selatan Nusa Tenggara, Laut Arafura, Laut Halmahera, Laut Filipina, tenggara Filipina, serta Samudra Pasifik utara Papua.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” ujar Diah  dalam pembaruan prakiraan cuaca harian diunggah Kamis (16/7/2026).

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir maupun angin kencang di beberapa daerah.

Selain menyampaikan potensi cuaca secara umum, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia. Hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Adapun hujan ringan berpotensi mengguyur Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Bengkulu, Jambi, Tanjung Pinang, Pontianak, Mamuju, Palu, Ambon, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke.

Sementara itu, kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Palembang, Bandar Lampung, Pangkalpinang, seluruh wilayah Pulau Jawa, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

BMKG juga memprakirakan potensi udara kabur di Banjarmasin serta potensi asap atau kabut di Ternate.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.