Jakarta, Arina.id—Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar rapat pleno yang menghadirkan jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga dan badan otonom NU di Gedung PBNU lantai 8, Kramat Raya pada Kamis (21/5).
Dalam rapat tersebut terjadi pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang akan digelar pada 20-21 Juni 2026.
“Alhamdulillah, hari ini Rapat Pleno PBNU memutuskan beberapa hal. Yang pertama, pelaksanaan Munas dan Konbes pada tanggal 20–21 Juni yang akan datang,” jelas Gus Ipul ditemui usai acara.
Dalam rapat pleno itu juga memutuskan perlunya percepatan pembahasan materi-materi yang akan dibahas dalam Konbes dan Munas sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar NU mendatang.
“Ini adalah satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan,” kata Gus Ipul.
Sementara terkait lokasi, Katib Aam PBNU KH Said Asrori mengatakan forum mengharapkan agar Munas dan Konbes digelar di lingkungan pondok pesantren.
“Tapi untuk Munas dan Konbes tadi dibahas di pleno lokasinya di pesantren,” ujarnya.
Panitia Munas dan Konbes akan membentuk tim kecil untuk menentukan lokasi dalam empat hari ke depan. Sejumlah daerah yang diusulkan antara lain Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta.
“Tapi nanti panitia akan melakukan survei paling empat provinsi. Kita akan membentuk tim survei lapangan, diberi waktu lima hari,” jelasnya.
Kriteria lokasi yang dipilih yakni memenuhi berbagai hal seperti akses transportasi, infrastruktur, hingga kesiapan tempat pertemuan dan pembukaan acara.
“Survei dulu mana yang memenuhi kriteria transportasi, infrastruktur, tempat pertemuan, pembukaan, dan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, aspek transportasi menjadi perhatian penting agar peserta dari berbagai PWNU mudah menjangkau lokasi kegiatan.
“Transportasi yang mudah terjangkau oleh peserta karena PW banyak yang hadir,” tutupnya.
Kegiatan ini menghadirkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan seluruh jajaran.





Comments are closed.