Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Nikmati Lebaran Sehat dengan Autoimun Terkendali

Nikmati Lebaran Sehat dengan Autoimun Terkendali

nikmati-lebaran-sehat-dengan-autoimun-terkendali
Nikmati Lebaran Sehat dengan Autoimun Terkendali
service

Hari Raya Idul Fitri membuat masyarakat beraktivitas khas Lebaran seperti silaturahmi, perjalanan mudik, hingga menikmati beragam hidangan. Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Warga Muhammadiyah dan sebagian warga NU berlebaran sehat sebelumnya.

Di balik suasana penuh kebahagiaan tersebut, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya. Ini agar saat melakukan beragam kegiatan dapat terhindar dari kekambuhan (flare up).

Staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Anshari Saifuddin Hasibuan, menjelaskan penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat dalam tubuh. Beberapa contoh penyakit autoimun yang cukup sering dijumpai di masyarakat antara lain lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, serta penyakit tiroid autoimun seperti Hashimoto dan Graves’ disease.

“Walau penyakit autoimun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini tetap dapat dikendalikan dengan baik sehingga pasien tetap dapat menjalani aktivitas, termasuk menikmati momen Idul Fitri bersama keluarga,” ujar Anshari.

Namun, ia mengingatkan pola hidup selama libur Lebaran berpotensi tinggi memicu flare up. Perubahan pola makan menjadi tinggi lemak, gula, dan garam, kurangnya waktu istirahat, meningkatnya stres akibat aktivitas sosial, hingga kelalaian dalam mengonsumsi obat merupakan faktor yang kerap menjadi pencetus flare up.

Dalam menghadapi situasi ini, Anshari menekankan pentingnya pengelolaan penyakit secara menyeluruh. Baik melalui terapi obat (farmakologis) maupun pengaturan gaya hidup (nonfarmakologis).

Dari sisi pengobatan, pasien diimbau untuk tetap disiplin mengikuti anjuran dokter. Terapi yang umum diberikan meliputi obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri, kortikosteroid untuk menekan peradangan, obat imunosupresan, hingga terapi biologis pada kasus tertentu.

Ia mengingatkan agar pasien memastikan ketersediaan obat selama masa libur dan tidak mengubah dosis tanpa konsultasi medis. “Gunakan pengingat seperti alarm agar jadwal minum obat tidak terlewat di tengah kesibukan Lebaran,” katanya.

Gaya hidup sehat juga menjadi kunci dalam menjaga kestabilan kondisi autoimun. Pasien dianjurkan untuk tetap menjaga pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan tinggi lemak, gula, garam, serta menjaga asupan cairan.

Kualitas tidur juga harus dijaga, dengan istirahat 7–8 jam per malam atau tidur singkat di sela aktivitas bila diperlukan. Pengelolaan stres melalui relaksasi, meditasi, atau aktivitas spiritual, serta dukungan keluarga, dapat membantu menjaga ketenangan.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran dan mengurangi keluhan pada sendi. Namun, aktivitas berlebihan sebaiknya dihindari, terutama jika kondisi tubuh sedang tidak optimal.

Anshari mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah infeksi, mengingat infeksi dapat memicu kekambuhan pada beberapa penyakit autoimun. Mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat diperlukan, serta membatasi aktivitas saat kondisi tubuh menurun merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan.

“Dengan pengelolaan yang baik, pasien autoimun tetap dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman dan aman. Kuncinya adalah mengenali batas tubuh dan tidak memaksakan diri,” tutur Anshari.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.