Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Bencana Sumatera 2025 dan Deforestasi, Mengapa Ini Harus Menjadi Titik Balik dan Harapan?

Opini: Bencana Sumatera 2025 dan Deforestasi, Mengapa Ini Harus Menjadi Titik Balik dan Harapan?

opini:-bencana-sumatera-2025-dan-deforestasi,-mengapa-ini-harus-menjadi-titik-balik-dan-harapan?
Opini: Bencana Sumatera 2025 dan Deforestasi, Mengapa Ini Harus Menjadi Titik Balik dan Harapan?
service

Serangkaian banjir bandang dan longsor di Sumatera pada November–Desember 2025 menewaskan lebih dari seribu orang dan merusak ribuan rumah. Bencana ini memperlihatkan bagaimana deforestasi, pembukaan hutan, dan lemahnya perlindungan daerah tangkapan air telah memperparah dampak hujan ekstrem.   Pada 27 Desember 2004, saya duduk menatap layar komputer di kantor saya di Jakarta. Pikiran saya saat itu masih sibuk merencanakan pesta Tahun Baru bersama teman-teman beberapa hari kemudian. Tak lama, telepon di meja saya berdering tanpa henti. Beberapa kolega menelepon dengan nada cemas—kantor kami di Sumatera Utara tak dapat dihubungi—lalu meminta saya memeriksa berita daring. Apa yang semula saya kira akan menjadi penutup tahun yang menyenangkan perlahan berubah menjadi kenyataan yang mengerikan. Gempa megathrust memicu tsunami raksasa yang meluluhlantakkan Aceh. Laporan resmi menyebutkan lebih dari 200.000 orang kehilangan nyawa. Pada November 2025, mimpi buruk itu seakan terulang. Musim hujan datang lebih awal. Sejak September, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi—banjir dan longsor—di sejumlah provinsi, dengan November–Desember sebagai puncak musim hujan di Sumatera dan Kalimantan. Namun, peringatan itu nyaris seperti diacuhkan. Berbagai video banjir beredar di media sosial, tetapi satu video pada 26 November 2025 benar-benar menghantui saya. Rekaman video buram itu memperlihatkan puluhan orang berjongkok di lereng hutan, diguyur hujan lebat, tubuh mereka terbungkus jas hujan plastik. “Pak bupati, tolong kami di sini. Kami sudah di tengah hutan. Kiri-kanan sudah longsor,” teriak perekam video, sebelum sambungan terputus. Sehari sebelumnya, lebih dari 50 orang terjebak selama dua malam di kawasan hutan Tapanuli, Sumatera Utara, akibat banjir dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.