Selama hamil mungkin Bunda sudah sangat hati-hati memilih makanan, skincare, sampai vitamin. Tapi bagaimana dengan wadah plastik yang dipakai sehari-hari. Ternyata, paparan bahan kimia tertentu dari produk yang kita gunakan sehari-hari juga sedang banyak diteliti kaitannya dengan kesehatan ibu hamil.
Salah satunya adalah phthalates, kelompok bahan kimia yang dapat ditemukan pada berbagai produk plastik, kemasan makanan, kosmetik, hingga produk perawatan diri.
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara paparan phthalates selama kehamilan dengan perubahan tekanan darah dan risiko Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP) atau gangguan hipertensi dalam kehamilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apakah Bunda harus langsung berhenti menggunakan semua produk plastik selama hamil?
Phthalates merupakan kelompok bahan kimia yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk untuk membuat plastik menjadi lebih fleksibel dan tahan lama. Bahan kimia ini juga termasuk endocrine-disrupting chemicals (EDCs), yaitu zat yang berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh.
Nah, perubahan hormonal dan sistem pembuluh darah selama kehamilan membuat hubungan antara paparan bahan kimia lingkungan dan kesehatan ibu menjadi salah satu hal yang terus diteliti.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Environmental Research pada 2025 menemukan bahwa paparan beberapa jenis phthalates, terutama pada awal kehamilan, berkaitan dengan tekanan darah ibu yang lebih tinggi.
Penelitian tersebut melibatkan 291 ibu hamil. Peneliti mengukur metabolit dari 10 jenis phthalates dan bahan penggantinya melalui urine, kemudian melihat kaitannya dengan tekanan darah selama kehamilan.
Hasilnya, peningkatan paparan di-isononyl phthalate (DiNP) pada awal kehamilan dikaitkan dengan kenaikan tekanan darah sistolik sekitar 1,13 mmHg dan tekanan darah diastolik sekitar 0,90 mmHg. Paparan yang sama juga dikaitkan dengan peningkatan peluang mengalami gangguan hipertensi dalam kehamilan. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang signifikan dengan preeklamsia secara khusus.
Artinya, penelitian ini belum bisa mengatakan bahwa produk plastik secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Yang ditemukan adalah adanya hubungan antara paparan bahan kimia tertentu dengan perubahan tekanan darah dan risiko gangguan hipertensi.
Studi Sebelumnya Juga Menemukan Hubungan Phthalates dengan Tekanan Darah. Penelitian mengenai phthalates pada ibu hamil sebenarnya sudah dilakukan selama beberapa tahun.
Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan pada 2023 menganalisis 10 penelitian mengenai hubungan kadar phthalates dalam urine ibu dengan tekanan darah selama kehamilan.
Hasilnya menunjukkan beberapa jenis metabolit phthalate berkaitan dengan peningkatan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Salah satu metabolit, monoethyl phthalate (MEP), juga ditemukan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan hipertensi dalam kehamilan.
Namun, para peneliti juga menekankan bahwa hasil penelitian mengenai phthalates dan tekanan darah belum selalu konsisten. Jumlah penelitian yang tersedia masih terbatas sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa menggunakan wadah plastik sekali saja bisa membuat tekanan darah Bunda naik, ya.
Kenapa awal kehamilan bisa jadi periode yang penting?
Menariknya, penelitian terbaru tersebut menemukan bahwa paparan pada awal kehamilan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan tekanan darah dan gangguan hipertensi dibandingkan paparan yang dihitung sepanjang masa kehamilan. Hal ini membuat periode awal kehamilan menjadi salah satu fase yang menarik perhatian para peneliti.
Meski begitu, bukan berarti Bunda perlu takut berlebihan atau merasa bersalah kalau selama ini masih menggunakan produk plastik. Paparan bahan kimia sehari-hari sulit dihindari sepenuhnya. Yang lebih realistis adalah mengurangi paparan yang tidak perlu.
Dari mana Bunda bisa terpapar phthalates?
Bunda mungkin bertanya-tanya, sebenarnya bahan kimia ini ada di mana saja?
Phthalates dapat ditemukan pada berbagai produk sehari-hari, termasuk beberapa jenis plastik, kemasan makanan, kosmetik, produk perawatan pribadi, dan produk rumah tangga. Karena penggunaannya cukup luas, paparan phthalates pada manusia memang relatif umum.
Beberapa sumber paparan yang mungkin ditemui sehari-hari antara lain:
- Kemasan atau wadah makanan tertentu
- Produk plastik yang mengandung bahan pelunak
- Kosmetik dan produk perawatan pribadi tertentu
- Produk yang mengandung pewangi
- Berbagai produk rumah tangga.
Jadi, persoalannya bukan sekadar “plastik itu berbahaya”, Bunda. Jenis bahan kimia, tingkat paparan, lama paparan, serta kondisi tubuh seseorang juga perlu diperhitungkan.
Lalu, bagaimana memilih produk mengandung plastik yang aman untuk ibu hamil?
Kalau Bunda masih membutuhkan wadah plastik selama kehamilan, tidak perlu langsung membuang seluruh koleksi wadah di dapur. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan bahan kimia dari plastik.
1. Jangan sembarangan memanaskan makanan dalam plastik
Ini salah satu kebiasaan yang cukup mudah dilakukan. Kalau ingin memanaskan makanan, terutama makanan yang panas dan berminyak, Bunda bisa memindahkannya terlebih dahulu ke wadah berbahan kaca atau wadah lain yang memang dirancang untuk pemanasan.
2. Pilih wadah sesuai peruntukannya
Tidak semua wadah plastik dibuat untuk keperluan yang sama. Hindari menggunakan wadah plastik yang sudah rusak, berubah bentuk, retak, atau tidak lagi layak digunakan.
Kalau kemasan memang memiliki petunjuk penggunaan, ikuti petunjuk tersebut, terutama terkait penggunaan untuk makanan panas atau microwave.
3. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai
Kalau memungkinkan, Bunda bisa membawa botol minum atau wadah makanan yang dapat digunakan berulang kali. Selain membantu mengurangi sampah plastik, kebiasaan ini juga bisa membantu Bunda lebih selektif terhadap jenis wadah yang digunakan untuk makanan dan minuman.
4. Perhatikan produk perawatan diri
Paparan phthalates tidak hanya berkaitan dengan plastik. Bahan kimia ini juga dapat ditemukan pada sejumlah produk kosmetik dan perawatan pribadi.
Karena itu, Bunda bisa membiasakan membaca label produk dan memilih produk dari produsen yang transparan mengenai bahan yang digunakan.
Apakah semua ibu hamil yang terpapar plastik akan mengalami hipertensi?
Tidak, Bunda. Penelitian mengenai phthalates dan tekanan darah menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan berarti setiap paparan pasti menyebabkan hipertensi.
Tekanan darah selama kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor. Karena itu, tidak tepat kalau tekanan darah tinggi pada ibu hamil hanya dikaitkan dengan penggunaan plastik.
Bahkan, penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak selalu sama untuk setiap jenis phthalate. Ada penelitian yang menemukan hubungan dengan peningkatan tekanan darah, sementara beberapa jenis metabolit justru menunjukkan hubungan berlawanan.
Artinya, masih banyak hal yang perlu dipelajari mengenai bagaimana paparan bahan kimia tersebut dapat memengaruhi tubuh selama kehamilan.
Jangan lupa Rutin cek tekanan darah saat hamil
Daripada terlalu takut dengan plastik, ada hal yang jauh lebih penting dilakukan selama kehamilan, yaitu rutin memeriksakan kehamilan dan memantau tekanan darah.
Hipertensi dalam kehamilan dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan rutin membantu dokter atau bidan mengetahui apakah tekanan darah Bunda masih berada dalam batas yang diharapkan.
Kalau Bunda mengalami sakit kepala berat, gangguan penglihatan, nyeri di bagian atas perut, atau pembengkakan yang muncul secara tiba-tiba, jangan diabaikan. Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Hal yang menjadi perhatian adalah paparan terhadap bahan kimia tertentu, termasuk phthalates, yang banyak digunakan dalam berbagai produk sehari-hari.
Penelitian terbaru memang memberikan sinyal bahwa paparan beberapa jenis phthalates, terutama pada awal kehamilan, mungkin berkaitan dengan tekanan darah dan gangguan hipertensi dalam kehamilan. Namun, hubungan tersebut masih terus diteliti.
Jadi, Bunda tidak perlu panik atau merasa bersalah karena pernah menggunakan wadah plastik.
Cukup mulai dari kebiasaan kecil, yakni hindari memanaskan makanan dalam plastik yang tidak sesuai, pilih wadah yang memang aman untuk makanan, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan tetap rutin memeriksakan tekanan darah selama hamil.
Menjaga kehamilan sehat bukan berarti harus takut pada semua hal, Bunda. Terpenting adalah tahu mana yang memang perlu diwaspadai dan mana yang tidak perlu membuat Bunda cemas berlebihan. Semoga membantu!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)





Comments are closed.