Mereka memang ikut menua, tetapi dengan cara yang berbeda
Jakarta (ANTARA) – Di Piala Dunia 2026, seorang pemain berusia 39 tahun masih memimpin daftar top skor dengan tujuh gol. Namanya Lionel Messi.
Di turnamen yang sama, Cristiano Ronaldo yang telah berusia 41 tahun masih mengenakan ban kapten Portugal dan membawa negaranya melangkah ke babak 16 besar. Di Amerika Serikat, LeBron James juga bersiap menyambut musim NBA berikutnya pada usia yang sama. Ia memang tidak lagi berseragam Los Angeles Lakers, tetapi belum juga bersedia mengucapkan selamat tinggal kepada bola basket.
Sementara itu di lapangan rumput Wimbledon, Novak Djokovic yang juga telah menginjak usia 39 tahun kembali melangkah ke babak 16 besar. Kemenangan itu sekaligus menyamai rekor Roger Federer sebagai pemilik kemenangan terbanyak di Wimbledon.
Kedengarannya, atau kelihatannya, seperti tidak masuk akal. Tapi mereka benar-benar masih ada.
yang lebih mengherankan, mereka bukan sekadar hadir untuk mengisi bangku cadangan atau dijadikan sebagai mentor bagi pemain muda. Tapi masih menentukan jalan dan hasil pertandingan. Mereka masih mencetak skor, melawan atlet yang usianya belasan hingga puluhan tahun lebih muda, tapi tetap lebih unggul.
Dunia olahraga dulu memiliki pandangan di mana usia 30 tahun adalah puncak performa. Usia 33 mulai menurun. Memasuki 35 tahun, sebagian besar atlet mulai menghitung musim terakhir mereka. Klub mulai berpikir mencari pengganti. Kontrak menjadi lebih pendek. Pemulihan dari cedera semakin lebih lama. Kecepatan berkurang sedikit demi sedikit, sampai akhirnya pensiun terasa sebagai jalan yang paling masuk akal.
Semua orang menerima kenyataan itu. Karena semua tubuh manusia sepertinya mengalami hal yang serupa.
Seiring bertambahnya usia, massa otot perlahan berkurang. Kapasitas jantung dan paru-paru menurun. Pemulihan membutuhkan waktu lebih lama. Ledakan tenaga yang dulu muncul begitu saja kini harus dicari dengan usaha yang jauh lebih besar. Ilmu pengetahuan olahraga telah lama memahami bahwa proses itu adalah bagian alami dari penuaan, meskipun, latihan yang konsisten mampu memperlambat laju penurunannya secara signifikan.
Cara menua yang beda
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.