Thu,7 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Para Guru di Bungo Melawan Ketika Sekolah Terkepung Tambang Emas Ilegal

Para Guru di Bungo Melawan Ketika Sekolah Terkepung Tambang Emas Ilegal

para-guru-di-bungo-melawan-ketika-sekolah-terkepung-tambang-emas-ilegal
Para Guru di Bungo Melawan Ketika Sekolah Terkepung Tambang Emas Ilegal
service

  Perjuangan guru menjaga siswa mereka tetap berada dalam keadaan aman tak hanya di dalam lingkungan sekolah. Di Jambi, salah satu contohnya. Ketika lingkungan sekolah tak aman karena aktivitas tambang emas ilegal membahayakan, para guru pun melawan dengan ramai-ramai menggeruduknya, pekerja tambang pun lari kocar kacir. Gemuruh alat berat merayap ke ruang kelas, memecah konsentrasi siswa. Di ruangan, Khoirul Hadi, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Bungo, menatap ke luar pagar dengan perasaan resah, sekaligus amarah. Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi mulai mendekati SMA Negeri 8 Bungo. Jaraknya kurang dari 50 meter. Yang lebih mengkhawatirkan, katanya, adalah ancaman banjir. SMAN 8 Bungo berdiri persis di tepi Sungai Batang Bungo. Tambang emas ilegal beroperasi di samping sekolah, membuat mereka rentan kena banjir bandang. Akhir 2025, alat berat mencacah habis lahan di sebelah kanan sekolah. Menyisakan kolam-kolam tambang di pinggiran sungai. Pagar sekolah rusak, tanpa ada yang bertanggung jawab. “Sekarang mereka garap lagi lahan sebelah kiri sekolah,” kata Khoirul. Pohon-pohon besar yang selama ini menjadi benteng alami sekolah dari banjir, satu per satu mulai tumbang. “Sebelum ada PETI (pertambangan emas tanpa izin) aja sudah sering kena banjir, apalagi sekarang pohon-pohon besar kayak duku, durian yang jadi benteng dari banjir malah ditebangi. Saya khawatir kalau ada banjir bandang, sekolah bisa roboh.” Khoirul katakan, tambang emas ilegal itu sudah sebulan beroperasi. Dia sudah melaporkan ke Polsek Rantau Pandan, tetapi tak ada tindakan. Dia juga sudah mendatangi langsung lokasi tambang bersama Plt Kepala Desa Rantau Pandan, BPD…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.