Thu,7 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bagaimana Perlindungan Orangutan Tapanuli Pasca Bencana?

Bagaimana Perlindungan Orangutan Tapanuli Pasca Bencana?

bagaimana-perlindungan-orangutan-tapanuli-pasca-bencana?
Bagaimana Perlindungan Orangutan Tapanuli Pasca Bencana?
service

Peneliti memperkirakan puluhan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) mati terdampak banjir bandang di Sumatera Utara (SUmut) akhir November 2025. Temuan survei sekitar 33-58 orangutan Tapanuli atau 10% dari populasi kemungkinan besar mati karena  tanah longsor, pohon tumbang, atau banjir. Mereka memperkirakan, sebelum bencana ada sekitar 581 orangutan Tapanuli. Tanah longsor dan banjir di Sumatera meluas hingga Blok Barat ekosistem Batang Toru, Sumut. Kawasan itu  merupakan habitat utama orangutan Tapanuli yang terancam punah. Dengan menggunakan metode yang valid, juga estimasi hutan lenyap akibat banjir dan tanah longsor sekitar 8.303 hektar. Erik Meijaar, peneliti utama dari Liverpool John Moores University, Liverpool, sekaligus peneliti di Durrell Institute of Ecology and Conservation, University of Kent, Canterbury, Inggris menjelaskan data itu berdasarkan citra satelit, yang mengukur tingkat kehilangan hutan. Dia menggunakan empat citra untuk menentukan tutupan lahan sebelum dan sesudah bencana banjir dan tanah longsor. Bencana banjir dan tanah longsor menggambarkan ancaman besar akibat perubahan iklim terhadap orangutan Tapanuli yang selama ini berada di ambang kepunahan akibat hilangnya habitat. Meijaar publikasikan penelitiannya berjudul “Extreme Rainfall Event in Sumatra Caused Critical Habitat Loss and Lethal Impacts to the Critically Endangered Tapanuli Orangutan” di preprints.org pada Februari 2026. “Tanpa intervensi segera, orangutan Tapanuli menghadapi risiko nyata menjadi spesies kera besar pertama yang punah,” tulis  Meijaar. Untuk itu, perlu tindakan kolaboratif yang mendesak mengurangi risiko dan mencegah kepunahan orangutan Tapanuli. Para peneliti mendorong Pemerintah Indonesia, komunitas internasional, dan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah itu. Para peneliti meminta pemerintah segera bertindak dan memberikan dukungan untuk memastikan kelangsungan hidup orangutan Tapanuli.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.