Arina.id — Harapan Jerman melangkah jauh di Piala Dunia FIFA 2026 kandas secara dramatis. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Der Panzer harus mengakui keunggulan Paraguay melalui adu penalti dalam laga babak 32 besar di Boston, Selasa (30/6) WIB.
Kemenangan ini menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase gugur. Paraguay, yang lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, berhasil menumbangkan salah satu favorit juara melalui disiplin bertahan, efektivitas serangan balik, dan penampilan gemilang kiper Orlando Gill.
Sejak peluit awal dibunyikan, Jerman tampil dominan. Tim asuhan Julian Nagelsmann menguasai penguasaan bola hingga lebih dari 80 persen dalam beberapa periode pertandingan. Namun dominasi itu sulit dikonversi menjadi peluang bersih karena rapatnya organisasi pertahanan Paraguay.
Ironisnya, justru Paraguay yang lebih dulu memecah kebuntuan. Pada menit ke-42, Julio Enciso memanfaatkan kelengahan lini belakang Jerman untuk membawa Albirroja unggul 1-0 melalui serangan cepat yang menjadi peluang berbahaya pertama mereka di pertandingan.
Tertinggal satu gol membuat Jerman meningkatkan intensitas serangan selepas jeda. Hasilnya datang pada menit ke-54 ketika Kai Havertz menyambut umpan silang dengan sundulan akurat yang gagal diantisipasi Orlando Gill. Gol tersebut menghidupkan kembali harapan Der Panzer sekaligus mengubah momentum pertandingan.
Meski terus menekan hingga akhir waktu normal, Jerman tetap kesulitan menembus pertahanan Paraguay yang tampil sangat disiplin. Laga pun berlanjut ke babak tambahan.
Pada extra time, Jerman sempat berpesta ketika Jonathan Tah menjebol gawang Paraguay. Namun kegembiraan itu sirna setelah wasit meninjau tayangan VAR dan menganulir gol karena menilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Orlando Gill dalam proses terciptanya gol. Keputusan tersebut memicu perdebatan luas.
Drama berlanjut ke babak adu penalti. Paraguay tampil lebih tenang, sedangkan Jerman langsung berada dalam tekanan setelah eksekusi pertama Kai Havertz berhasil digagalkan Orlando Gill. Kiper Paraguay kembali menjadi pembeda dengan penyelamatan penting yang memastikan timnya menang dalam adu penalti dan melangkah ke babak 16 besar.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Jerman. Sebelum pertandingan, mereka datang dengan status juara Grup E setelah menghancurkan Curaçao 7-1 dan mengalahkan Pantai Gading, meski sempat kalah dari Ekuador pada laga terakhir fase grup. Manajemen tim bahkan menegaskan para pemain bintang seperti Kai Havertz, Florian Wirtz, dan Jamal Musiala harus mulai menunjukkan performa terbaik jika ingin menjadi juara dunia. Namun ekspektasi tersebut gagal diwujudkan ketika menghadapi pertahanan kokoh Paraguay.
Sebaliknya, kemenangan ini mempertegas karakter Paraguay sebagai tim yang sulit ditaklukkan. Setelah bangkit dari kekalahan telak melawan Amerika Serikat di fase grup, mereka mampu lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dan kini menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen dengan menyingkirkan juara dunia empat kali tersebut.




Comments are closed.