Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pascaiduladha, Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak di Rembang

Pascaiduladha, Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak di Rembang

pascaiduladha,-harga-cabai-dan-bawang-merah-melonjak-di-rembang
Pascaiduladha, Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak di Rembang
service

Rembang, NU Online

Kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah terjadi setelah Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5/2026). Lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat untuk memasak olahan daging kurban yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan.

Kondisi tersebut juga diperparah oleh cuaca buruk yang mengganggu proses panen dan distribusi bahan pangan ke pasar tradisional.

Sri Lestari, penjual sembako di Pasar Kulon Gedongmulyo, Lasem, Rembang, mengatakan harga cabai rawit dan bawang merah yang sebelumnya Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu perubahan cuaca dan distribusi yang terhambat. Selain itu, iklim yang tidak menentu juga menyebabkan hasil panen menurun.

Kendala distribusi selama hari libur keagamaan turut membuat pasokan terlambat tiba di pasar. Akibatnya, pedagang mengalami penurunan omzet karena pembeli mengurangi belanja.

“Kalau lagi harga naik seperti ini saya belanja sedikit saja, uangnya tidak cukup,” ujar Sri Lestari kepada NU Online, Kamis (28/5/2026).

Sri menilai kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah tidak otomatis meningkatkan keuntungan pedagang. Meski omzet tampak naik, hal itu sebanding dengan meningkatnya modal yang harus dikeluarkan.

“Daya beli masyarakat justru menurun karena harga kedua sembako itu semakin tinggi. Konsumen cenderung menunda pembelian jika tidak terlalu mendesak,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Mardah, penjual sayur keliling di sekitar Lasem. Ia mengatakan kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah membuat keuntungan pedagang semakin menipis karena daya beli masyarakat ikut turun.

Menurutnya, harga cabai rawit dan bawang merah mengalami kenaikan cukup tajam sehari setelah Iduladha sehingga menyulitkannya memperoleh keuntungan lebih besar.

“Cabai rawit sama bawang merah naik. Harganya Rp60 ribu per kilogram dari kemarin. Pelanggan saya jadi mengurangi belanjanya,” ungkap Mardah kepada NU Online, Kamis (28/5/2026).

Ia mengaku, pada momen Iduladha biasanya permintaan bumbu dapur meningkat. Namun, tahun ini banyak pelanggan memilih membeli dalam jumlah sedikit karena harga dianggap terlalu tinggi.

Mardah mengatakan dirinya hanya mengambil keuntungan sangat tipis agar dagangannya tetap laku. Bahkan, beberapa kali ia harus menanggung risiko barang dagangannya tidak terjual dan akhirnya digunakan untuk kebutuhan sendiri.

“Saya kalau lagi harga naik begini cuma ambil untung seribu saja. Tidak berani banyak-banyak,” imbuhnya.

Ia berharap kondisi serupa tidak terus berulang, terutama saat momentum hari raya ketika kebutuhan bumbu dapur meningkat.

“Harapannya tentu saja harga cabai dan bawang segera stabil kembali. Kalau bisa setiap hari raya tidak naik terus supaya saya tetap dapat untung dan penghasilan tidak terus tergerus,” tutupnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.