Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. News
  3. Pemanasan Global Meningkat, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Ekstrem Kian Parah

Pemanasan Global Meningkat, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Ekstrem Kian Parah

pemanasan-global-meningkat,-ilmuwan-peringatkan-cuaca-ekstrem-kian-parah
Pemanasan Global Meningkat, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Ekstrem Kian Parah
service
Pemanasan Global Meningkat, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Ekstrem Kian Parah - GenPI.co
Ilustrasi. Pemanasan global terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Para ilmuwan memperingatkan kondisi ini akan memicu cuaca ekstrem. Foto: envato elements/By LightFieldStudios

GenPI.co – Pemanasan global terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Para ilmuwan memperingatkan kondisi ini akan memicu cuaca ekstrem yang lebih sering dan intens.

Sebelas tahun terakhir juga tercatat sebagai masa terpanas dalam sejarah pengamatan iklim.

Kenaikan suhu global memperparah gelombang panas dan berbagai cuaca ekstrem lainnya.

BACA JUGA:  109 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Delay karena Cuaca Buruk , 31 Dialihkan

Hal itu membahayakan manusia dan memicu kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.

“Tiga tahun terakhir menunjukkan percepatan pemanasan yang tidak konsisten,” kata Kepala Ilmuwan Berkeley Earth Robert Rohde, dilansir AP News, Rabu (4/1).

BACA JUGA:  Pelayaran di Labuan Bajo Ditutup karena Cuaca Ekstrem, KSOP Fokus Keselamatan

Rohde menyebut hampir seluruh pemanasan global disebabkan emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.

Namun, lonjakan suhu dalam tiga tahun terakhir juga dipengaruhi berkurangnya polusi jelaga dari kapal laut dan kemungkinan dampak letusan gunung berapi bawah laut pada 2022.

BACA JUGA:  Jenazah Pendaki Gunung Slamet Akhirnya Berhasil Dievakuasi, Sempat Terkendala Cuaca

Kepala Bidang Iklim Strategis Copernicus Samantha Burgess menilai penyebab utama pemanasan global sudah jelas, yakni pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.